alexametrics

Menhub Ingin Ajak Jokowi Naik Kereta Listrik di Ibu Kota Baru

14 November 2019, 22:47:45 WIB

JawaPos.com – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi berjanji akan menjadi orang pertama yang akan mengajak Presiden Joko Widodo naik kereta listrik di ibu kota baru nanti. Itu diungkapkanya saat menjadi pembicara dalam diskusi Forum A1 “Makmur dan Terhubung dengan Infrastruktur”.

Diskusi yang diadakan oleh Inisiator Indonesia di Restoran Seribu Rasa, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis, (14/11) itu juga dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dan secara khusus mendatangkan Presiden Joko Widodo.

“Saya akan siapkan dan segera mengajak Pak Presiden naik kereta listrik baru di sana (ibu kota baru, red),” katanya.

Bagi Budi yang menjabat untuk kedua kalinya di posisi yang sama itu, tugas dari presiden yang selama ini diberikan kepadanya selalu dimaknai dengan tiga kata. Yakni Tantangan, gembira, dan optimis.

“Tiga kata itu selalu menjadi landasan sederhana dalam rangka mewujudkan Indonesia Maju,” paparnya.

Ia mengaku selalu merasa tertantang dengan tugas-tugas yang sudah diberikan oleh presiden. Ibaratnya kalau mau menghadapi ujian, adrenalin itu seperti dipacu terus.

“Tapi itu membuat kita jadi betul-betul serius menjalankan apa yang menjadi visi presiden untuk Indonesia Maju,” kata Budi Karya.

Selain itu, Budi Karya juga menyatakan, pekerjaan yang diberikan padanya juga menumbuhkan perasaan gembira. Misalnya, ketika diberikan tanggung jawab menggarap lima destinasi wisata super prioritas atau dikenal dengan Bali Baru yang ditargetkan selesai akhir 2020.

Misalnya di Labuan Bajo, Kementerian Perhubungan tentu harus menyiapkan bandara baru, akses menuju lokasi wisata, dan satu pelabuhan baru.

“Ketika berkunjung ke sana, pemandangannya indah dan menggembirakan. Dari perasaan gembira ini muncul ide-ide orisinil dan inspiratif untuk menyelesaikan tugas kami,” paparnya.

Sementara soal optimisme, kata Budi Karya, hal itu harus menjadi landasan, agar semua yang dikerjakan dan ditugaskan bisa dengan cepat dan efektif diselesaikan.

“Dulu waktu saya masih kerja di DKI, puluhan tahun kita tak pernah terpikir di Jakarta akan ada MRT. Tapi muncul optimisme, dan kita pun langsung memulai pengerjaan MRT ini,” ujar mantan PT. Jakarta Propertindo itu.

Budi juga menuturkan, rasa optimis itu kembali muncul saat Presiden Joko Widodo juga memberikan tugas terkait pembangunan Ibu Kota baru yang mengusung konsep compact city, smart city, dan green city.

“Ini ide yang sangat menantang, kami juga jadi tertantang untuk mengerjakannya. Kami optimis transportasi publik nanti akan terkoneksi lewat kereta listrik. Ini untuk bisa memudahkan aksesibilitas di Ibu Kota baru,” paparnya.

Editor : Dimas Ryandi



Close Ads