alexametrics

Mahfud MD: Jaringan Teror Bom Medan Pasti Dibongkar

14 November 2019, 11:20:06 WIB

JawaPos.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyoroti aksi teror yang terjadi di Mapolrestabes Medan pada Rabu (13/11). Mahfud meyakini, jajaran aparat kepolisian akan membongkar jaringan teroris tersebut.

“Pastilah, itu tidak perlu ditanyakan begitu ada bom ditangkap satu dicari jaringannya. Mencari jaringannya, ini pelakunya si A, temannya siapa, organisasinya apa. Seperti yang menusuk Pak Wiranto, makanya yang menusuk Pak Wiranto itu akhirnya 51 orang,” kata Mahfud ditemui JawaPos.com di kantornya, Rabu (13/11) malam.

“Kita tahu pelakunya kan satu Abu Rara, begitu dia tertangkap (Abu Rara) ketemu jaringannya, ambil semua. Sama ini polanya nanti begitu, ya diambil jaringannya itu keharusan ya,” sambungnya.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini pun tidak mengherankan, jika Polri bersama jajarannya akan segera menangkap jaringan teror yang terjadi di Medan. “Sehingga tidak usah ditanyakan, apa mau dibongkar, memang tugasnya dibongkar,” ucap Mahfud.

Mahfud menyatakan, jika belum ada peristiwa teror sulit untuk menangkap terduga teroris. Karena, tidak bisa sembarangan menangkap terduga teroris, sehingga gerak-geriknya hanya bisa diawasi. “Enggak boleh sembarang menangkap orang, kalau enggak ada peristiwa diawasi saja. Kalau sudah ada peristiwa itu baru. Nah ini, enggak ada orang bilang melanggar HAM kalau orang ngebom. Malah disuarain usut sampai ketemu,” jelas Mahfud.

Sebelumnya, Polri berhasil melakukan identifikasi pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara pada Rabu (13/11). Hasil penelusuran tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System, pelaku berinisial RMN yang berstatus mahasiswa. Dugaan sementara di lapangan, pelaku melakukan aktivitasnya seorang diri (lone wolf).

“Dugaan sementara pelaku adalah lone wolf. Pengembangan nanti akan sangat ditentukan oleh tim di lapangan. Hasil olah TKP masih didalami Labfor dan Densus 88,” kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (13/11)

Selain itu, Polri juga menemukan beberapa barang bukti yang digunakan sebagai bahan peledak. Sejumlah barang bukti akan ditelusuri untuk mencari motif pelaku melakukan bom bunuh diri.

“Ada sejumlah paku cukup banyak dalam berbagai ukuran. Kemudian ada irisan kabel, nanti akan didalami. Ada potongan kabel juga cukup besar kemudian ada tombol switch on-off,” ujar Dedi.

Terkait potongan tubuh dari pelaku, kata Dedi, masih akan terus didalami untuk memperkuat identifikasi pelaku. Polisi pun akan turut memeriksa kedua orang tua pelaku. “Pengungkapan sidik jari nanti dikuatkan lagi dengan tes DNA. Akan disandingkan dengan kedua orang tua pelaku,” pungkas Dedi.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads