alexametrics

KY Pastikan Proses Penilaian Calon Hakim Agung Berjalan Independen

14 November 2019, 14:58:58 WIB

JawaPos.com – Ketua Komisi Yudisial (KY) Jaja Ahmad Jayus memastikan seleksi calon hakim agung akan berjalan secara independen. Menurutnya, KY bakal menentukan batas minimal kelulusan sehingga akan menentukan kelulusan secara objektif.

“Penilaian masing-masing independen. Komisioner tidak bisa memengaruhi (komisioner) lainnya,” kata Jaja di Gedung KY, Jakarta, Kamis (14/11).

Jaja menyebut, KY tidak akan terburu-buru mengumbar sosok yang lolos menjadi hakim agung. Dia menginginkan seluruh hasil penilaian selesai sebelum dipublikasi.

“Kebetulan hakim agung (dibutuhkan) 11 orang, ini ada 13 (pendaftar), berarti dua orang bisa terkoreksi,” ungkap Jaja.

Kendati demikian, kata Jaja, jika 13 calon hakim agung lolos pada tahap wawancara terbuka, hasil itu tetap diserahkan pada DPR. Anggota dewan yang akan memutuskan. “Kurang lebih tanggal 25 November kita serahkan ke DPR. Baru diumumkan di DPR,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin memantau langsung seleksi calon hakim agung. Dia berharap proses seleksi berjalan lancar dan menanti siapa yang bakal diajukan mengisi jabatan hakim agung.

“Untuk melihat seleksi dalam uji kapasitas dan integritas,” ucap Azis di sela kunjungannya di Gedung KY.

Azis menuturkan, DPR menunggu hasil rekomendasi calon hakim agung dari Komisi Yudisial (KY). Nantinya, Komisi III DPR bakal menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap calon hakim agung yang lulus seleksi.

“Kita usahakan Senin, 25 November 2019 melakukan paripurna dan badan musyawarah (Bamus),” tukas Azis.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads