JawaPos Radar | Iklan Jitu

Jadi Korban Lion Air, Ini Santunan yang Diterima Pegawai Kemenkeu

14 November 2018, 16:39:39 WIB | Editor: Mohamad Nur Asikin
Jadi Korban Lion Air, Ini Santunan yang Diterima Pegawai Kemenkeu
Duka mendalam Menkeu Sri Mulyani saat menemui kelaurga korban jatuhnya Lion Air JT-610 belum lama ini (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan akan memberikan santunan kepada pegawainya yang menjadi korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP di Perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat. Tercatat, ada 21 penumpang yang merupakan pegawai Kemenkeu dalam pesawat tersebut.

Sekertaris Jenderal Kementerian Keuangan Hadiyanto mengatakan, pihaknya saat ini terus mengupayakan percepatan pengurusan hak-hak kepegawaian terkait santunan dan tunjangan, serta penganugrahan pangkat anumertanya.

Jadi Korban Lion Air, Ini Santunan yang Diterima Pegawai Kemenkeu
Ilustrasi jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 (KOKOH PRABA WARDANI/JAWAPOS.COM)

"Ini sudah diusulkan ke BKF, untuk penetapan status tewas, dan anumerta sebagai pengangkatan pangkat dari yang sekarang dimiliki oleh pegawai, misal dari 4A jadi 4B," ujarnya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (14/11).

Lanjut Hadianto, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan kementerian dan lembaga lainnya terkait penyelesaian hak-hak kepegawaiannya. Selain itu Taspen dan Bapertarum juga akan membantu percepatan proses pencairan tunjangan dan santuanan bagi keluarga korban.

"Apabila pegawai (Kemenkeu) yang ikut naik pesawat Lion Air dinyatakan tewas, ini ada beberapa santunan yang berkaitan dengan kecelakaan kerja itu," jelas dia.

Adapun rincian tunjangan dan santunan yang diterima keluarga korban adalah sebagai berikut :

1. Santunan kematian kerja 60 persen x 80 persen x gaji terakhir = dibayar sekaligus
2. Uang duka tewas, 6 kali gaji terakhir
3. Biaya pemakaman
4. Bantuan beasiswa untuk dua orang anak, untuk yang SD Rp 45 juta, SMP Rp 35 juta, SMA Rp 25 juta, Pendidikan Tinggi Rp 15 juta -- dengan syarat anak tersebut belum memasuki usia sekolah, maksimum 25 tahun, belum menikah, dan belum bekejra.
5. Gaji terusan, 6 kali gaji terakhir
6. Pensiun janda/duda/anak, 75 persen dari gaji terakhir. Kalau korban hanya meninggalkan orang tua, maka pensiun orang tua diberikan sebesar 25 persen dari gaji terakhir

Selain itu, pihaknya juga akan memberikan pendampingan psikologi kepada keluarga korban untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan lainnya.

"Kami berikan pendampingan psikolog kepada keluarga korban, karena takutnya shock dll, jadi butuh pendampingan agar bisa recovery secara psikologis, sehingga bisa berinteraksi lagi dengan masyarakat dan bisa menerima musibah," tandasnya.

(hap/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up