JawaPos Radar

Asyik, 4 Jalur KA di Jabar Bakal Kembali Diaktifkan

14/09/2018, 03:05 WIB | Editor: Imam Solehudin
Ridwan Kamil
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil bersama warga ketika menaiki KRL. Pemprov Jabar mendukung penuh rencana PT KAI mengaktifkan kembali 4 jalur kereta di Jawa Barat. (Ist/RMOL Jabar/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) tengah memfokuskan kembali rencana reaktivasi jalur kereta api di Jawa Barat. Ada empat jalur yang akan dihidupkan kembali. Yakni rute Banjar-Cijulang-Pangandaran-Parigi, Garut-Cikajang, Cikudapateuh Bandung-Banjaran-Ciwidey, dan Rancaekek-Tanjungsari.

Gubernur Jawa Barat Mochamad Ridwan Kamil mengungkapkan, reaktivasi jalur kereta dipandang menguntungkan bagi masyarakat karena ada kemudahan transportasi. Menurutnya, daerah-daerah yang dilalui lajur kereta api dinilai bisa tumbuh perekonomiannya.

"Karena ada pergerakan orang dan barang, dengan aksesbilitas yang semakin mudah," kata Emil usai pertemuan pihaknya dengan direktur PT KAI beserta jajarannya di Gedung Sate Kota Bandung, sebagaimana dilansir RMOL Jabar (Jawa Pos Grup), Kamis (13/9).

Disamping itu, Emil ingin juga dibangun stasiun-stasiun baru di titik- titik wisata, perumahan, ataupun di titik- titik keramaian. Tujuannya untuk memecah kepadatan.

"Saya ingin mengembalikan budaya naik kereta. Saya ingin Jawa Barat seperti Eropa, masyarakat kemana- mana bisa naik kereta karna nyaman dan terintegerasi," kata Emil.

Dia menambahkan, proyek reaktivasi ini pun diharapkan mampu selesai, dan dapat langsung terintegerasi dengan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro, mengatakan, rencana reaktivasi membutuhkan dukungan dari Pemprov Jabar. Khususnya, dalam hal penertiban warga yang tinggal di sekitaran rel yang sudah bertahun- tahun tidak aktif itu. Adapun PT KAI akan fokus pada persiapan operasional.

"Dari empat ini, kami akan evaluasi mana yang paling mungkin dilakukan secepatnya. Dari empat itu jalur mana yang lebih akomodatif membantu masyarakat. Baik untuk mengangkut orang maupun barang, seperti misalnya hasil bumi,” pungkas Edi.

(mam/jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up