alexametrics

Jokowi: Yang Menghambat Investasi Semuanya Harus Dipangkas

14 Juli 2019, 21:35:23 WIB

JawaPos.com – Presiden Terpilih Joko Widodo menyampaikan visinya untuk Indonesia dalam lima tahun ke depan. Kader PDI Perjuangan itu berjanji akan kembali melanjutkan pembangunan infrastruktur untuk menunjang aktivitas masyarakat.

“Pembangunan infrastur akan terus kita lakukan dan infrastruktur yang besar-besar sudah kita bangun,” kata Jokowi dalam gelaran ‘Visi Indonesia’ di SICC, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/7).

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyampaikan, pembangunan jalan tol, kereta api dan bandara telah menghidupkan perekonomian masyarakat. Ke depan, akan menyambungkan infrastruktur kepada jalaur-jalur ekonomi khusus.

Presiden Terpilih Joko Widodo menyampaikan Visi Indonesia disaksikan Wakil Presiden terpilih KH Maruf Amin di SICC, Sentul, Jawa Barat, Minggu (14/7/19). (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)

“Kita akan sambungkan ke kawasan ekonomi khusus, kita sambungkan dengan pariwisata, arahnya harus kesana, fokusnya kesana,” ucap Jokowi.

Bahkan, mantan Wali Kota Solo ini menjanjikan, pembangunan infrastruktur pemerintahan periode 2019-2024 akan fokus pada jalur perekonomian. Sehingga dapat menghidupak usaha rakyat.

“Kita jangan lupa menyambungkan infrasturkur itu dengan kawasan persawahan juga tambak perikanan, kita akan sambungkan ke sana,” terang Jokowi.

Selain itu, melihat perkembangan zaman yang terus berjalan. Jokowi juga menyatakan, akan membuka selebar-lebarnya investasi. Hal ini dimaksud untuk membuka sebesar-besarnya lapangan pekerjaan.

“Kita harus mengundang investor dalam rangka membuka lapangan kerja yang besar. Jangan alergi tehadap investasi, karena dengan cara ini lapangan kerja akan terbuka,” tegasnya.

Oleh karena itu, Jokowi memastikan jika investasi diperlambat atau disulitkan perizinannya dia akan memangkas lembaga atau struktur tersebut.

“Yang menghambat investasi semuanya harus dipangkas, baik itu perizinan yang lambat, berbelit-belit, apa lagi ada punglinya,” tandasnya.

 

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Muhammad Ridwan

Close Ads