alexametrics

Kehadiran UU TPKS Membuat Korban Percaya Diri Untuk Melapor

14 April 2022, 16:18:05 WIB

JawaPos.com – Anggota Badan Legislasi DPR RI Diah Pitaloka menyampaikan, lahirnya Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) menghadirkan instrumen hukum bagi korban kekerasan seksual sehingga berani mengungkapnya ke publik. UU TPKS akan memberikan perlindungan bagi setiap korban kekerasan seksual.

“Tadinya masalah seksualitas itu dianggap masalah yang memalukan, masalah yang aib, sehingga orang kalau membicarakan persoalan kekerasan seksual, itu sekarang di serahkanlah itu masalah pribadi-pribadi, masalah keluarganya, sementara kalau dibawa ke aparat penegak hukum juga kadang secara kesadaran mereka juga kadang nggak semua paham,” kata Diah di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (14/4).

Menurut Diah, UU TPKS akan membangun kesadaran publik untuk berani melaporkan apabila menjadi korban kekerasan seksual. Karena, kini korban dijamin oleh UU. “Keterbukaan dalam melaporkan misalnya tindak kekerasan seksual, ini juga satu hal yang baru dari undang-undang ini, lalu pendekatan hukum yang juga berbeda,” ucap Diah.

Dia pun mengharapkan, dengan lahirnya UU TPKS diharapkan meningkatkan pelayanan Pemerintah dalam menyikapi kasus kekerasan seksual. Terlebih, dalam UU TPKS nantinya diatur bidang khusus di Polri dan Kejaksaan yang menangani kasus pelecehan seksual.

“Kita juga berharap ada peningkatan pelayanan pemerintah dalam membangun rasa perlindungan ataupun rasa keadilan bagi korban-korban kekerasan, baik nanti lewat pendidikan atau pencegahan atau pemantauan,” tegas Diah.

Sebelumnya, DPR RI telah mengesahkan Rancangan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (RUU TPKS) menjadi Undang-Undang dalam rapat paripurna di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (12/4). Berdasarkan draft UU TPKS, terdapat sembilan jenis tindak kekerasan seksual.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Muhammad Ridwan

Saksikan video menarik berikut ini: