alexametrics

Jokowi Perintahkan Penguatan Digital Talent dan Desain Anggaran APBD

14 Maret 2022, 08:44:23 WIB

JawaPos.com – Berkumpulnya para gubernur di Balikpapan menjadi momen bagi Presiden RI Joko Widodo untuk memberi pengarahan. Tadi malam, Minggu (14/3), semua gubernur dikumpulkan di Hotel Novotel, Balikpapan. Arahan yang disampaikan antara lain desan anggaran yang disesuaikan dengan tantangan global serta penguatan digital talent bagi semua daerah.

Pada rapat tersebut, Presiden Joko Widodo didampingi Sekretaris Kabinet Indonesia Pramono Anung, Menteri Bappenas Suharso Monoarfa, Ketua IKN Bambang Susantono, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, Wakil Kepala Otorita IKN Dhony Rahajoe, Menteri BUMN Erick Thohir, serta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono.

Presiden Joko Widodo mengungkapkan situasi global yang sedang terjadi. Antara lain harga CPO dunia yang naik, minyak mentah, batubara, nikel dan juga bouksit. Lalu, perang Rusia-Ukiraina dan potensi dampaknya, serta disrupsi teknologi seiring transformasi era 4.0 menuju 5.0.

Di samping itu, Jokowi juga memerintahkan kepala daerah tetap waspada terhadap Covid-19. Dia bersyukur kasus Covid-19 melandai. Grafik turun. Tapi, Dirinya meminta protokol kesehatan harus tetap diterapkan. ‘’Hati-hati, selain itu vaksinasi diteruskan mulai dosis pertama, kedua, hingga dosis ketiga,’’ ungkapnya.

Terkait isu global, Jokowi meminta para gubernur mendesain anggaran APBD. Yakni menyesuaikan kondisi terkini. Sebab, beberapa komoditas diperkirakan mengalami dampak dari situasi tersebut. ‘’ Kelangkaan bahan baku akibat situasi tersebut bisa menyebabkan harga komoditi melonjak,” ujarnya.

Jokowi menegaskan penganggaran APBD tidak boleh disampaikan pada kondisi normal. Dia menyebut jangan business as usual. APBD harus dibuat dan disesuaikan. ‘’Kuncinya cuma satu, kecepatan kita untuk menyesuaikan,” jelas dia.

Terkait pemindahan Ibu Kota Negara, Jokowi meminta proses ini tidak disalahartikan. Dia tidak memilik maksud meninggalkan DKI. Proses pemindahan ini merupakan pemerataan. ‘’’ Indonesia sangat besar, ada 17 ribu pulau, PDB ekonomi 58 persen di pulau Jawa,’’ tegasnya.

DKI memiliki magnet yang paling kuat. Pemindahan Ibu Kota Negara ke Nusantara akan menghapus ketimpangan ekonomi maupun ketimpangan infrastruktur. Jokowi ingin, Ibu Kota Negara dibangun dengan standar internasional. Fasilitas yang disediakan juga berstandar internasional. “Kita ingin memiliki kota yang internasional, RS internasional, perguruan tinggi internasional, sebelumnya tidak boleh, karena omnibus law sekarang boleh, bapak ibu gubernur kalau mau tarik investasi dari luar boleh, silakan,” imbu dia.
Kepala Otorita IKN Dhony Rahajoe

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : thoriq

Saksikan video menarik berikut ini: