alexametrics
Wawancara Lengkap dengan JawaPos.com

AHY Blak-blakan Kisah Detik-detik Ibu Ani Didiagnosis Kanker Darah

14 Februari 2019, 17:12:09 WIB

JawaPos.com – Putra sulung dari Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menceritakan kronologi ibundanya, Ani Yudhoyono, ‎saat didiagnosis menderita kanker darah. Sang ibu kini harus menjalani perawatan di Singapura.

Pria kelahiran Bandung, Jawa Barat itu menuturkan, pada akhir Januari 2019 Ani Yudhoyono bersama dengan suaminya, SBY, mengunjungi Sumatera Utara dan Aceh untuk menyapa masyarakat.

Kegiatan yang dilakukan selama delapan hari yang membuat kondisi Ani Yudhoyono sempat drop. Selama di Aceh, kondisi ibunya sudah tidak bugar.‎ Kala itu keluarga hanya menduga kondisi itu hanya karena mengalami kelelahan.

“Sejak di Aceh, Bu Ani sudah merasakan lemas, kurang tenaga. Tidak seperti biasanya. Dugaan awal karena faktor kelelahan saja,” ujar AHY kepada JawaPos.com, Kamis (14/2).

Sekembalinya di Jakarta, AHY mengaku ibundanya langsung dibawa ke RSPAD Gatot Soebroto untuk melakukan pengecekan darah. Didapatlah sakit yang dialami oleh ibunda ini bukan kerena faktor keletihan.

“Ternyata, dari pemeriksaan darah itu menunjukkan ada elemen darah Bu Ani yang menurun secara signifikan. Yaitu trombosit, leukosit, dan hemoglobin. Dari hasil pemeriksaan tersebut, ada kecurigaan ini bukan sakit biasa. Bukan karena kelelahan,” kata AHY.

‎Saat itu juga dokter kepresidenan menyarankan kepada keluarga agar Ani Yudhoyono dirujuk ke University of Hospital di Singapura. Pada  2 Februari itu keluarga memutuskan Ani dibawa ke Singapura.

“Sejak saat itu pula Bu Ani langsung dibawa ke rumah sakit dan dicek untuk mengetahui secara pasti penyakitnya,” katanya.

Kemudian, Kamis 7 Februari, keluarga besar sangat kaget. Karena berdasarkan hasil pengecekan, sang ibunda didiagnosis mengidap kanker darah. Hal ini membuat keluarga syok.

“Kami sangat kaget. Tidak menyangka bahwa diagnosis dari tim dokter yang ada di Singapura mengatakan bahwa Bu Ani mengidap kanker darah. Ini tentunya membuat kami sangat terpukul,” ungkapnya.

“Pada Senin 11 Februari, benar-benar dikonfirmasi telah mengalami itu (kanker darah). Bu Ani harus ditangani secara serius karena kankernya dinyatakan cukup agresif,” tambahnya.

Bahkan AHY tidak menyangka bahwa sang ibunda didiagnosis mengidap kanker darah. Namun dia bersama keluarga sadar, ini adalah takdir dari Allah SWT. Sehingga keluarga hanya bisa berserah sambil memanjatkan doa untuk kesembuhan ibunda tercinta.

‎”Sebagai hamba Allah ini kita tahu, semua ini adalah takdir yang harus diterima dengan tulus. Dalam arti di balik semua ini adalah ujian dari Allah SWT,” pungkasnya.

Berikut wawancara lengkap AHY dengan JawaPos.com:

Bagaimana kondisinya saat ini?

Bu Ani dirawat dalam ruang yang sangat steril. Sebab, dalam tahap awal ini, Bu Ani harus diyakinkan memiliki daya tahan tubuh dan stabilitas yang baik sehingga bisa menerima perawatan atau medical treatment. Sampai hari ini Bu Ani dalam kondisi baik, kuat, dan juga punya harapan-harapan baik agar segera pulih.

Apakah Bu Ani akan menjalani kemoterapi?

Medical treatment yang dipilih saat ini disesuaikan dengan jenis dan karakteristik kanker darah dalam tubuh Bu Ani. Saat ini, tidak menggunakan kemoterapi. Pengobatannya mengunakan oral medication dan sejumlah injection yang memiliki efek samping‎. Injection ini untuk segera melumpuhkan sel-sel kanker darah. Setelahnya, akan terus diobservasi secara intensif sehingga diketahui apa langkah-langkah berikutnya. Dan yang jelas, sampai saat ini dan beberapa waktu ke depan, Bu Ani masih melakukan tindakan-tindakan medis itu. Ini berdasarkan dari tim dokter yang juga sudah berkoordinasi dengan tim dokter kepresidenan. Juga telah mendapatkan sejumlah masukan dari tim-tim dokter lainnya.

Siapa yang banyak mendampingi Bu Ani saat ini? Apakah Mas AHY, Mas Ibas, atau Pak SBY?

Sejak 2 Februari, sebetulnya kami sekeluarga lengkap mendampingi Bu Ani di Singapura. Pak SBY sudah menyampaikan untuk mendedikasikan waktunya, sepenuhnya untuk kesembuhan Bu Ani.

Saya sendiri masih berada di Singapura, dan tentu bergantian dengan Mas Ibas (Edhie Baskoro Yudhoyono) untuk berjaga di rumah sakit. Yang terpenting saat ini adalah dukungan moril dari keluarga terdekat. Memberikan semangat kepada Bu Ani. Ibu juga tidak merasa menyerah untuk melawan kanker darahnya.

Sedangkan untuk menantu-menantunya, seperti istri saya, Annisa Pohan, dan Alya (Siti Rubi Aliya Rajasa) istri Mas Ibas bergantian berjaga. Apalagi, anak-anak kami masih ‎bersekolah di Jakarta. Sehingga saat weekend datang ke Singapura. 

 Ada pesan khusus dari Bu Ani kepada AHY dan Ibas?

Yang diamanahkan oleh Ibu Ani adalah saya dan Mas Ibas harus tetap terus menjalankan tugas-tugas di tanah air. Itulah harapan seorang ibu yang membuat kami juga terharu. Di tengah lemahnya Bu Ani di rumah sakit, tapi justru ibu yang terus menyampaikan kepada saya dan Mas Ibas untuk tetap menyapa masyarakat di Tanah Air.

Melihat Bu Ani setegar itu, bagaimana reaksi keluarga Yudhoyono? 

Tentu kami merasa terpukul, tidak ada yang siap menerima berita seperti ini. Tapi kita sebagai hamba Allah tahu, ini semua adalah takdir yang harus diterima dengan tulus. Dalam arti, di balik semua ini adalah ujian dari Allah SWT.

Namun, yang jelas kami akan t‎erus berjuang, berikhtiar, sambil terus berdoa untuk mencari jalan kesembuhan. Bu Ani juga terus kuat. Sebaliknya, demikian Bu Ani terus menguatkan kami karena ini tidak mudah bagi keluarga. Mengagetkan sekali. Tapi insya Allah, kami terus berdoa dan berikhtiar.

Mudah-mudahan dunia medis yang terus berkembang dan maju lantas ada berbagai opsi. Mudah-mudahan, teknologi, metodologi, dan obat-obat generasi terbaru bisa ampuh untuk melawan kanker darah yang diderita oleh Bu Ani.

Dua minggu di rumah sakit, bagaimana pola makan Bu Ani? Apa yang dirindukannya?

Pastinya ada yang dikangenin, ya. Sebaik-baiknya pelayanan di rumah sakit, tentu saja rindu suasana rumah, makanan rumah, makanan yang di meja makan. Saya pikir sangat wajar. Tapi yang terpenting bagi saya, terus mengingatkan kepada ibu agar jangan tidak nafsu makan. Bagaimanapun, asupan makanan dan gizi itu penting sekali untuk menjaga daya tahan ibu. 

Apalagi ketika menjalani treatment, masuknya obat-obat berkategori keras itu harus dibantu dengan asupan makan yang cukup.‎ Walaupun tentunya ada yang kurang.

Apakah ada pesan dari Bu Ani kepada warga Indonesia yang juga menderita kanker darah?

Ibu Ani sebetulnya seorang yang selalu mengampanyekan kepada masyarakat Indonesia, terutama kaum perempuan dan ibu untuk terus menjaga kesehatannya. Aware terhadap berbagai kemungkinan penyakit yang serius. 

Bu Ani mengingatkan kepada masyarakat, yang penting harus punya semangat untuk terus hidup. Masukan dari masyarakat Indonesia yang mendoakan Bu Ani sehat walafiat menjadi kekuatan. Semoga kita semua semakin aware dengan berbagai jenis kanker, termasuk kanker darah yang mungkin saja ada di dalam kehidupan kita.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Gunawan Wibisono

Copy Editor : Fersita Felicia Facette

AHY Blak-blakan Kisah Detik-detik Ibu Ani Didiagnosis Kanker Darah