alexametrics
JawaPos Radar | Iklan Jitu

Begini Cerita Penyelam TNI AL Mengangkat CVR Lion Air JT-610

14 Januari 2019, 19:45:20 WIB
Serda Satria Margono
Serda Satria Margono bersama para penyelam lainnya, Senin (14/1) (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Kotak hitam atau black box berisi Cockpit Voice Recorder (CVR) milik pesawat Lion Air JT-610 telah ditemukan oleh penyelam dari TNI AL bersama dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Salah satu penyelam yang menemukan adalah Serda Satria Margono.

Perwira muda TNI AL ini mengaku sudah melakukan penyelaman selama tujuh hari sejak pencarian dimulai lagi pada Selasa, (8/1). Dia bersama dengan penyelam lain melakukan penyelaman hingga kedalaman 30 meter.

"Kami meneruskan kegiatan penyelaman di tempat kemarin itu secara circle. Muter di titik kemarin itu. Mungkin jarak sekitar 4-5 meter itu kan dari titik yang ditemukan itu, kami menemukan kaya serpihan gitu kami ambil. Ternyata dapat CVR itu," kata Satria di KRI Todak 631, Senin (14/1).

Satria bersama prajurit penyelam lainnya menyelam hingga kedalaman 30 meter. Menurutnya CVR ada di dalam lumpur setebal 20 cm, sehingga hal tersebut membuat pengambilan mengalami kendala. Ditambah lagi arus air cukup kencang hingga jarak pandang yang terbatas hanya 1,5 meter.

"Ada 25 penyelam. Setiap harinya 10 kali penyelaman. Metode penyelaman variatif kadang turun 2-2, kadang 3-3, kadang 4-4. Kita turun tadi jam 8.30 WIB ditemukan 08.48 WIB. Itu penyelaman pertama di hari ini," ucapnya.

Kendati mengangkat CVR hingga ke dasar laut, kata Satria, dirinya tidak mengetahui bagaimana bentuk CVR sebenarnya. Dia hanya mengira-ngira saja bentuk CVR yang dicari dengan gambaran dari pihak KNKT kalau bentuk CVR berwarna oranye.

Saat mengangkat CVR, bahkan ia tak tahu kalau itu adalah benda yang dicari-cari. Satria mengira itu hanyalah bagian puing pesawat lainnya yang belum terangkut.

"Nah setiap warna oranye ya kita angkat aja. Ternyata itu CVR," ungkapnya.

Para penyelam mencari di sana dengan memakai titik koordinat yang telah ditentukan KNKT. Kadang sinyal CVR memancar, kadang tidak.

Sebelum CVR ditemukan hari ini, ia dan para penyelam lain istirahat yang cukup dan tiap pagi melakukan latihan fisik agar kuat dalam melakukan penyelaman. Sampai akhirnya pagi ini, dirinyalah yang jadi penyelam penemu CVR.

"Kondisinya (CVR) baik. Yang jelas baterai ULB-nya sidah tidak ada," tutupnya.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Muhammad Ridwan

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini