JawaPos Radar | Iklan Jitu

Haji 2019

Saudi Kaji Usulan Fast Track dan Rekam Biometrik Bagi Jamaah Indonesia

13 Desember 2018, 09:54:25 WIB
Menag Lukman Hakim
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat diwawancarai awak media beberapa waktu lalu (Yesika/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Indonesia menjadi negara pengirim jamaah haji di kawasan Asia yang pertama diundang Kerajaan Saudi Arabia. Dalam undangan itu, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin bersama Menteri Haji dan Umrah Kerajaan Saudi Muhammad Salih bin Taher Bentin telah menandatangani MoU Penyelenggaraan Ibadah Haji 2019.

Dari MoU tersebut, disepakati bahwa kuota haji Indonesia 1440H/2019 M sebanyak 221.000 jamaah, atau sama dengan dua tahun sebelumnya. Selain itu, disampaikan juga sejumlah usulan peningkatan layanan terhadap jamaah haji Indonesia.

"Kami usulkan, kebijakan fast track (jalur cepat) yang tahun lalu telah diterapkan pada 70.000 jamaah yang berangkat melalui Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, pada musim haji 1440H/2019M, juga diterapkan di seluruh embarkasi Indonesia," ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Kamis (13/12).

Menurutnya, dengan demikian jamaah akan lebih mudah dalam proses imigrasi. “Kebijakan ini akan memudahkan jamaah haji, karena mereka tidak perlu mengantri lama untuk proses imigrasi di bandara Jeddah maupun Madinah," terang dia.

Inovasi lain yang didiskusikan, terkait penerbitan visa haji dan umrah yang dikaitkan dengan perekaman biometrik. Agar tidak membebani calon jemaah haji, Indonesia meminta agar Pemerintah Saudi Arabia tidak menerapkan kebijakan tersebut.

"Kami sudah menjelaskan kepada Menteri Haji Kerajaan Saudi Arabia bahwa kebijakan tersebut akan memberatkan calon jemaah mengingat kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari 17.000 pulau," kata Lukman.

"Menteri Haji sedang mengkaji usulan tersebut dan akan membahasnya secara lebih detail di level teknis," tambahnya.

Dia pun menyampaikan mengapresiasi Pemerintah Saudi yang telah menjadi partner sangat baik dalam penyelenggaraan ibadah haji. Melalui kerja sama baik itulah Indeks Kepuasan Jemaah Haji 2018 meraih nilai sangat memuaskan.

"Kami berharap, prestasi ini dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan pada tahun berikutnya, sehingga jemaah haji dapat beribadah dengan lebih baik dan nyaman," tandasnya.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : (yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini