alexametrics

Soal Bom Polresta Medan, Menag: Belum Berani Komen, Takut Salah

13 November 2019, 16:57:52 WIB

JawaPos.com – Insiden bom bunuh diri di Polrestabes Medan, Sumatera Utara, menjadi catatan tersendiri bagi aparat penegak hukum maupun pemerintah. Program deradikalisasi yang selama ini diandalkan untuk penangkalan terorisme belum efektif.

Terkait peristiwa itu, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi tak mau banyak berkomentar atas serangan di Polrestabes Medan tersebut. Dia mengaku belum mengetahui secara detail kasus tersebut. “Saya belum cermat banget ngikutinnya. Jadi nggak berani komen, takut salah,” kata Fachrul di SICC Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11).

Meski demikian,  mantan wakil Panglima TNI itu membantah program deradikalisasi dianggap gagal. “Kalau efektif nggak efektif itu kan relatif. Tapi yang jelas upaya itu dilakukan intensif. Semua orang sadar itu sangat berbahaya,” tegasnya.

Sebelumnya, Mapolrestabes Medan, Jalan HM Said, Medan, Sumatera Utara, menjadi sasaran bom bunuh diri, Rabu (13/11) pagi. Dari informasi yang dihimpun, kejadian itu terjadi pada pukul 08.45 WIB. Pelaku diduga dua orang dengan menggunakan jaket ojek online.

“Ya betul saat ini sedang dilaksanakan olah TKP oleh Densus dan Polda Sumut . Menunggu hasil investigasi lanjut,” kata Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi.

Berdasar informasi yang diperoleh JawaPos.com, kronologi kejadian berawal saat pelaku yang menggunakan jaket ojek online masuk melalui pintu depan menuju Bagian Operasional (bagops). Sesampai di sana, dia meledakkan diri dan mengakibatkan korban jiwa luka-luka.

Seperti Kasi Propam luka di bagian tangan, Pekerja Harian Lepas (PHL), J. Purba di bagian wajah, anggota Propam dan anggota piket bagian operasional. Sedangkan, pelaku dinyatakan meninggal dunia dengan tubuh hancur akibat bom bunuh diri, saat ini sedang dilaksanakan pengamanan dan penyelidikan.

Editor : Kuswandi

Reporter : Sabik Aji Taufan


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads