alexametrics

Pemerintah Tidak Beri Toleransi terhadap Pelaku Teror

13 November 2019, 16:32:30 WIB

JawaPos.com – Aksi teror bom bunuh diri yang terjadi di halaman Mapolrestabes Medan, Rabu (13/11) merupakan bentuk kejahatan yang tidak manusiawi. Terlebih, akibat dari insiden tersebut anggota enam polisi mengalami luka-luka cukup parah.

Juru Bicara Presiden Joko Widodo (Jokowi) Fajroel Rachman mengatakan, pemerintah tidak akan memberi toleransi sedikitpun terhadap aksi terorisme. Menurutnya, para pelaku atau kelompok terorisme akan terus dikejar, ditangkap dan diadili oleh sistem hukum yang berlaku.

“Negara memiliki aparatur keamanan berkualitas secara pengorganisasian dan keterampilan yang selalu siap bekerja mengatasi aksi-aksi terorisme,” kata Fajroel dalam keterangan yang diterima JawaPos.com, Rabu (13/11).

Fajroel mengatakan, ‎pemerintah tidak membiarkan aksi teror mengganggu keamanan, ketenangan dan produktivitas sosial ekonomi masyarakat. Siapapun individu yang menjadi rakyat Indonesia akan mendapatkan perlindungan keamanan sebaik mungkin dari negara.

Fajroel menuturkan, Presiden Jokowi telah memerintahkan penanganan, baik pencegahan dan penanggulangan, kejahatan terorisme dengan mengaktifkan kerjasama aktif seluruh pihak baik pemerintah dan masyarakat.

“Kerjasama aktif tersebut akan mengalahkan terorisme demi Indonesia Maju,” pungkasnya.

Sekadar informasi, ledakan bom bunuh diri terjadi di lingkungan Polrestabes Medan, pada Rabu (13/11). Ledakan terjadi sekitar pukul 08.45 WIB. Terduga pelaku ledakan berjumlah satu orang. Sementara, korban luka-luka sebanyak enam orang.

Ledakan terjadi saat banyak warga yang hendak mengurus pembuatan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) dan layanan lain di Mapolresta Medan. Polisi saat itu juga hendak melakukan apel pagi.

Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo‎ mengatakan, kronologi kejadian terjadi pada hari Rabu, sekitar pukul 08.20 WIB pelaku masuk dari pintu depan penjagaan berjalan kaki dan ditanya oleh petugas jagaan yang bernama Bripda Kristian Simanjuntak. Selanjutnya oleh Bripda Kristian pelaku disuruh membuka jaket bertulisan salah satu ojek online dan pelaku mengaku akan membuat SKCK. Selanjutnya pelaku berjalan menuju ke dalam halaman.‎

Ledakan bom mengakibatkan enam orang luka-luka. Empat anggota kepolisian, satu anggota PHL dan satu orang warga yang tengah membuat SKCK. Saat ini korban luka-luka masih dirawat di RS. Bhayangkara Polda Sumut.

Korban luka-luka antara lain, Kompol Abdul Mutolip Kasi Propam Polrerabes Medan mengalami luka tangan kanan robek, Kompol Sarponi KasubBag Bin Ops Polrestabes Medan mengalami luka robek bokong sebelah kanan.
‎‎
Aipda Deni Hamdani Brigadir Si Propam Polrestabes Medan mengalami luka-luka terkena serpihan, Bripka Juli chandra Brigadir Si Propam Polrestabes Medan mengalami telingan sebelah kanan tidak bisa mendengar.

Ricard Purba PHL Bag Ops mengalami luka memar di wajah dan lengan dan Ihsan Mulyadi siregar, laki-laki (27) mahasiswa, Jl. Bakti Suka Dono Dusun IV Kel. Tanjung Gusta Kec. Sunggal, mengalami luka di pinggul sebelah kiri terkena serpihan.

Akibat ledakan di Polrestabes Medan beberapa fasilitas rusak. Beberapa kendaraan polisi yang rusak antara lain Mobil Dinas KA Bag Ops mengalami rusak kaca pecah dan terkena serpihan. Kemudian mobil pribadi KA Bag Ops rusak dan dua unit truk dinas mengalami kaca pecah dan terkena serpihan ledakan.

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan


Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Close Ads