alexametrics
Usai Jenguk Wiranto

Ma’ruf Amin Minta NU dan Muhammadiyah Dilibatkan Dalam Deradikalisme

13 Oktober 2019, 17:08:31 WIB

JawaPos.com – Wakil Presiden terpilih Ma’ruf Amin menjenguk Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto yang tengah menjalani perawatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Minggu (13/10). Tokoh elite Nahdlatul Ulama itu Ma’ruf yang datang bersama istrinya, Wury Estu Handayani.

Ia mengaku baru bisa menjenguk Wiranto karena sebelumnya menghadiri rapat kerja nasional Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Menurutnya kondisi Wiranto mulai berangsur membaik pasca menjalani operasi insiden penusukan alun-alun Menes, Pandeglang, Banten pada Kamis (10/10).

“Tadi saya lihat kondisinya sudah membaik, menurut dokternya sudah dalam proses penyembuhan. Insya Allah tidak lama lagi beliau akan pulih,” kata Ma’ruf usai menjenguk Wiranto di RSPAD Gatot Soebroto.

Ma’ruf menyatakan, sempat berkomunikasi dengan Wiranto terkait insiden penusukan oleh terduga terorisme Abu Rara. Dia pun mengucap syukur, karena Wiranto segera dapat penanganan medis dengan baik.

“Untung sempat ketolong dan dibawa langsung ke RSPAD, bisa ditangani secara cepat. Beliau berbicara secara lancar, Alhamdulillah sudah baik. Mudah-mudahan tidak ada lagi,” ucap Ma’ruf.

Terkait aksi tindakan terorisme yang menimpa Wiranto, lanjut Ma’ruf, mengharapkan agar isu terorisme, radikalisme dan intoleran dapat disikapi secara struktural dan kultural. Penanganannya, kata Ma’ruf harus lebih intensif dan juga mengikutsertakan ormas-ormas Islam seperti MUI, NU dan Muhammadiyah.

“Jadi lebih intensif nanti kedepannya, tapi dengan cara yang soft, sehingga tidak represif tapi pendekatan yang soft untuk menangkal dan mengembalikan mereka yang terpapar,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo menyampaikan, pelaku penusukan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan diduga terpapar radikalisme ISIS. Menurut Dedi, motif penusukannya, mereka yang terpapar radikalisme ISIS menjadikan pejabat publik dan polisi sebagai sasaran serangan.

“Ya kalau misalnya terpapar radikal ya pelaku pasti menyerang peabat publik, utamanya aparat kepolisian yang dianggap thaghut karena kita lakukan penegakkan hukum terhadap kelompok seperti itu,” kata Dedi dalam jumpa pers di Mabes Polri, Kamis (10/10).

Penusukan terhadap Wiranto terjadi saat melakukan kunjungan di Alun-alun Menes, Pandeglang. Wiranto sebelumnya telah meresmikan Gedung Kuliah Bersama di Universitas Mathla’ul Anwar.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads