JawaPos Radar

Banjir dan Longsor di Sumut

Diterjang Banjir dan Longsor, Nyawa 11 Siswa dan Polisi Melayang

13/10/2018, 16:05 WIB | Editor: Kuswandi
banjir
Ilustrasi: Warga mencoba melintasi banjir yang menggenangi permukaannya (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Hujan deras yang melanda wilayah Sumatera Utara, Kamis (11/10) dan Jumat (12/10) telah menyebabkan bencana banjir, banjir bandang dan longsor di beberapa tempat. Dampak yang ditimbulkan pun cukup besar. 

Banjir dan longsor melanda 9 kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatera Utara yaitu Kecamatan Natal, Lingga Bayu, Muara Batang Gadis, Naga Juang, Panyambungan Utara, Bukit Malintang, Ulu Pungkut, Kota Nopan dan Batang Natal pada Jumat (12/10) pagi dan sore hari.

Data sementara yang dimiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumarera Utara, tercatat 13 orang meninggal dunia dan 10 orang hilang di Mandailing Natal.

Kepala Pusdatinmas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, di antara korban tersebut ada 11 siswa madrasah yang meninggal dunia lantaran tertimpa bangunan sekolah.

“11 murid madrasah di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, meninggal dunia tertimpa bangunan yang hancur diterjang banjir bandang saat jam pelajaran sedang berlangsung,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Sabtu (13/10).

Kejadian tersebit berlangsung mendadak. Menurutnya, Sungai Aek Saladi tiba-tiba mengalir dengan debit besar dan membawa lumpur dan meluap sehingga menerjang madrasah.

“Jumlah korban hilang masih dapat berubah karena belum dapat dipastikan. Korban tertimbun lumpur dan material tembok yang roboh,” jelas Sutopo.

Sementara itu, pada Sabtu (13/10) pagi ditemukan dua korban meninggal lagi akibat kendaraan masuk sungai dan hanyut. Korban meninggal adalah seorang anggota Polri dari Polsek dan seorang pegawai PT Bank Sumut. Kemudian, dua orang berhasil diselamatkan dari kendaraan yang hanyut.

Dampak banjir bandang dan longsor di Mandailing Natal lain adalah 17 unit rumah roboh, 5 unit rumah hanyut, ratusan rumah terendam banjir dengan ketinggian 1-2 meter di Kecamatan Natal dan Muara Batang Gadis. Sebanyak 8 titik longsor berada di Kecamatan Batang Natal.

“Evakuasi, pencarian,dan penyelamatan korban masih dilakukan. Kondisi medan berat karena desa-desa terdampak berada di pegunungan, pinggir hutan dan akses sulit dijangkau karena rusak,” paparnya.

BPBD Mandailing Natal, BPBD Provinsi Sumatera Utara, TNI, Polri, SAR Daerah, SKPD, PMI, dan relawan menangani darurat bencana. Bupati telah menetapkan status tanggap darurat banjir dan longsor di Kab Mandailing Natal Sumatera Utara selama tujuh hari, yakni 12-18 Oktober 2018).

“Kebutuhan mendesak adalah bahan makanan pokok dan alat berat,” sebut dia.

Sutopo melaporkan, hujan juga menyebabkan longsor di beberapa daerah di Kota Sibolga, Sumatera Utara pada Kamis (11/10) pukul 16.30 WIB. Akibatnya, 4 orang meninggal dunia, 1 orang luka berat, dan 3 orang luka ringan. Kerugian material meliputi 25 rumah rusak berat, 4 unit rumah rusak sedang dan sekitar 100 rumah terendam banjir dengan tinggi 60-80 centimeter.

(yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up