alexametrics

Kompetisi Sains Madrasah 2019, Padukan Sains dengan Keislaman

13 September 2019, 17:02:15 WIB

JawaPos.com – Kementerian Agama (Kemenag) menggelar kompetisi tahunan bertajuk Kompetisi Sains Madrasah (KSM) di IAIN Manado pada 16-21 September mendatang. Kemenag kembali membuat soal kompetisi yang menggabungkan sains dengan ilmu agama Islam. Tujuannya untuk mencetak ilmuwan yang tetap berpegang teguh pada agama.

KSM tahun ini bakal diikuti 550 siswa dari 34 provinsi. Mereka berasal dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA). Kemudian juga mengundang peserta dari sekolah umum mulai dari SD, SMP, dan SMA.

Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin menuturkan mata pelajaran yang dilombakan dalam KSM terintegrasi dengan muatan pendidikan agama Islam. “Jadi ajang ini ada kekhasannya. Dibandingkan dengan OSN (Olimpiade Sains Nasional, Red) Kemendikbud,” katanya di kantor Kemenag Jumat (13/9).

Kamaruddin menuturkan integrasi itu dilakukan karena anak madrasah tidak hanya diajar sains. Tapi juga materi agama Islam. Dia berharap melalui ajang KSM bisa lahir saintis muda. Cikal bakal saintis berkelas internasional. Ilmuwan yang tetap dilandasi pada agama Islam yang moderat. Bukan ilmuwan yang cenderung liberal atau bahkan radikal.

Berbagai cabang yang dipertandingkan adalah Matematika Teritegrasi, Sains IPA Terintegrasi, IPS Terintegrasi, serta Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi, dan Geografi Terintegrasi. Ujian saat kompetisi nanti disajikan berbasis komputer. Dia menegaskan ajang ini didesain untuk menancapkan budaya sains di kalangan madrasah.

“Kami memiliki program Madrasah Hebat Bermartabat, salah satu aksinya adalah kompetisi madrasah dalam bidang sains,” katanya.

Dengan pengelolaan yang profesional, ditambah dengan dukungan pemerintah yang memadai, saat ini madrasah sudah tidak lagi terbenam dalam stigma sekolahan kelas dua. KSM ini bukan debut satu-satunya anak madrasah dalam kancah kompetisi sains. Kamaruddin mengatakan, di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) Kemendikbud siswa madrasah juga sudah banyak merebut penghargaan bergengsi. Meskipun berhadapan langsung dengan sekolah-sekolah umum ternama.

Direktur Kurikulum Sarana Prasarana Kesiswaan dan Kelembagaan (KSKK) Madrasah Kemenah Ahmad Umar mengatakan, ajang ini diarahkan untuk mengembangkan potensi madrasah dalam bidang saintek.

“Kompetisi yang fair dan obyektif dapat menyemai bibit unggul dan menumbuhkan suasana persaingan yang dinamis,” katanya.

Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini harus direspon oleh madrasah agar terintegrasi sains dan islam secara harmonis. “Acara semacam ini pada akhirnya akan menghasilkan output siswa pintar berahlakul karimah yang berguna untuk bangsa ke depan,” imbuhnya.

Selain kompetisi sains, dalam gelaran KSM 2019 juga akan digelar Madrasah Young Researcher Camp. Acara ini bakal mempresentasikan dan menggelar pameran hasil riset dalam bidang Sains, Sosial, dan ilmu Keagamaan anak madrasah se Indonesia. Dari total 1.018 judul proposal yang diterima, 54 judul penelitian terpilih akan mengikuti expo madrasah riset. Penemuan mereka yang beragam san berbagai bidang merupakan cikal bakal sebuah karya besar yang diharapkan dapat mengubah peradaban dunia.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Hilmi Setiawan



Close Ads