JawaPos Radar

Pileg 2019

PBB Diramalkan Tak Lolos Lagi ke Senayan, Begini Reaksi Yusril

13/09/2018, 15:51 WIB | Editor: Estu Suryowati
Yusril Ihza Mahendra
Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra menanggapi santai hasil survei LSI Denny JA, yang menyebut partainya lagi-lagi tak lolos ke Senayan. (dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA baru-baru ini mendapatkan kesimpulan menarik. Salah satunya, sebanyak 11 partai politik (parpol) tak lolos ke Senayan. Hal itu dikarenakan perolehan suara mereka tidak mencapai ambang batas parlemen empat persen.

Salah satu partai yang diramalkan tak masuk Senayan yakni Partai Bulan Bintang (PBB). Menanggapi hasil survei tersebut, Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra mengaku tidak mempersoalkannya.

"Bagi kami, semua survei kami perhatikan. Positif dan negatifnya kami sadari sebagai bahan masukan," kata Yusril ditemui di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis (12/9).

LSI, Lingkaran Survei Indonesia
Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Adji Alfaraby, didampingi moderator Fitri Hari saat menggelar rilis hasil temuan dan survei bertajuk 'Berubahnya Dukungan Partai Politik Menjelang 2019'. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Meski begitu, dia mengaku akan bekerja keras menempatkan calon-calon anggota legislatif dari PBB di Senayan. Menurut Yusril, masih ada cukup waktu untuk melakukan perbaikan sebagaimana hasil berbagai lembaga survei.

"Kami kerja terus dan mempersiapkan segala sesuatunya. Harapan kami, mudah-mudahan bisa melampaui target empat persen itu," ucapnya.

Namun di sisi lain, Yusril juga berpandangan tidak semua hasil survei tersebut akurat. Pasalnya, menurut pandangan Yusril, beberapa survei memang didesain untuk membangun opini masyarakat.

"Jadi, kepada seluruh aktivis PBB, ya jadikan (hasil survei sebagai) masukan saja. Kalau ada kekurangan, kami atasi bersama," katanya.

Yusril pun bertekad memperkuat basis yang telah dibangun oleh PBB selama ini. Dia juga berharap, munculnya partai-partai baru bisa meningkatkan angka partisipasi pemilih, dan menekan golput.

Sebelumnya, hasil rilis terbaru LSI Denny JA menunjukkan ada 11 partai yang elektabilitasnya di bawah ambang batas parlemen atau Parliamentary Threshold (PT) empat persen. Misalnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang berdasarkan survei ini hanya meraup perolehan suara 3,9 persen.

Partai berbasis Islam lainnya, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) juga terancam gagal masuk Senayan, karena hanya memperoleh 3,2 persen suara nasional. Menyusul PKS dan PPP, ada Partai Nasdem (2,2 persen), Partai Perindo (1,7 persen), dan Partai Amanat Nasional (1,4 persen).

"Pertarungan di papan bawah akan terjadi pada 5 partai, yaitu PKS, PPP, Nasdem, Perindro dan PAN. Saat ini elektabilitas mereka masih di bawah empat persen," ujar peneliti LSI Adjie Alfaraby di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (12/9).

Lebih jauh Adjie menerangkan, ada enam partai lain yang setidaknya hampir sangat sulit mengirim wakil di parlemen. Mereka yakni Partai Hanura, Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Berkarya, Partai Garuda, serta Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI).

Berdasarkan survei ini, keenamnya meraup suara di bawah satu persen. Bahkan ketika ditambah dengan margin of error masih jauh di bawah ambang batas. "LSI menemukan bahwa ada 6 partai yang kecil peluangnya untuk lolos PT yaitu Hanura, PBB, PSI, Berkarya, Garuda, dan PKPI. Saat ini elektabilitas keenam partai tersebut di bawah satu persen," tukas Adjie.

Sebagai informasi survei ini dilakukan pada rentang waktu 12-19 Agustus 2018 dan melibatkan 1.200 responden. Metode survei yaitu sitem multistage random sampling dengan wawancara tatap muka dan kuesioner. Margin of error survei ini 2,9 persen.

(rdw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up