Kecelakaan, Rais Am PBNU Cedera Ringan

13 Agustus 2021, 11:14:34 WIB

JawaPos.com – Mobil Toyota Vellfire nopol S 1447 NT yang ditumpangi Rais Am PBNU KH Miftachul Akhyar mengalami kecelakaan di tol Semarang–Salatiga kemarin (12/8). Alhamdulillah, Kiai Miftah yang juga menjabat ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) hanya mengalami cedera ringan. Begitu juga sopir dan para pendampingnya.

Menurut Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, kecelakaan terjadi kemarin pukul 05.30. Kiai Miftah sempat dibawa ke RSUD Salatiga. Namun, sekitar pukul 10.00, pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya, itu diizinkan melanjutkan perjalanan ke Surabaya.

Menurut Ketua PBNU Robikin Emhas, Kiai Miftah hanya mengalami lecet dan memar. ”Selanjutnya akan dirawat di RSI Surabaya,” jelas Robikin.

Wakil Presiden Ma’ruf Amin langsung menghubungi Kiai Miftah begitu mendengar kabar musibah tersebut. ”Alhamdulillah, saya baru telepon Kiai Miftah. Kondisi beliau dan tiga pendamping beliau semakin membaik,” ungkap Ma’ruf kemarin. Ma’ruf juga mengajak masyarakat Indonesia mendoakan kesembuhan Kiai Miftah.

Ma’ruf menceritakan, Kiai Miftah mengalami kecelakaan dalam perjalanan pulang setelah menghadiri Konferensi Fatwa Internasional di Mesir. Dalam konferensi tersebut, Kiai Miftah sempat menyampaikan pidato di hadapan para mufti dunia.

Sementara itu, tim dokter yang sempat merawat Kiai Miftah di RSUD Salatiga menyatakan bahwa kondisi fisik ulama 68 tahun itu stabil. Kiai Miftah sempat mengeluhkan rasa nyeri di bahu bagian kanan. ”Bahu bagian kanan sudah dirontgen. Hasilnya akan dibaca dokter yang berwenang,” jelas dokter Jamal yang berjaga di IGD RSUD Salatiga kepada Jawa Pos Radar Semarang.

RINGSEK: Kondisi Toyota Vellfire yang ditumpangi KH Miftachul Akhyar setelah kecelakaan di tol Semarang-Salatiga kemarin. (FACEBOOK CINTA NU BABAT)

Saat dibawa ke IGD, Kiai Miftah sadar dan bisa berkomunikasi. Termasuk saat dijenguk Wakil Wali Kota Salatiga Muh. Haris. Keduanya berbincang meski perlahan.

Kecelakaan diduga dipicu truk yang mengerem mendadak di jalan tol. Akibatnya, mobil yang ditumpangi Kiai Miftah menabrak bagian belakang truk. ”Kurang kehati-hatiannya. Setelah mau nyalip belok kiri, kemudian menghantam bagian belakang truk itu. Kalau melebihi kecepatan, tidak,” ungkap Kabidhumas Polda Jawa Tengah Kombespol Iqbal Alqudusy kepada Jawa Pos Radar Semarang kemarin.

Mobil yang disopiri Indra Maulana, 42, warga Jalan Rawa Kuning, Jakarta Timur, itu rusak parah. Kaca bagian depan ringsek. Bodi depan penyok.

Kemarin Jawa Pos mengunjungi kediaman Kiai Miftah di Kedung Tarukan Gang I, Kecamatan Tambaksari, Surabaya. Kondisinya sepi. Hanya ada beberapa santri yang sedang membersihkan masjid dan hafalan kitab. Jawa Pos ditemui Lukman, santri yang juga abdi dalem tempat tinggal Kiai Miftah. ”Ngapunten, tidak ada orang. Pengurus pondok (Miftachus Sunnah, Red) keluar semua,” jelas Lukman.

Ustad Qodri, santri utama Kiai Miftah, saat dihubungi via telepon memastikan bahwa kondisi Kiai Miftah baik-baik saja. Hanya lengan sebelah kiri yang agak sakit akibat benturan. ”Tetapi, secara umum, kondisi beliau baik. Tidak ada masalah serius,” katanya.

Agar kondisi Kiai Miftah lebih mudah dipantau, beberapa santri pun memutuskan untuk membawanya ke Surabaya. Kiai Miftah dirujuk ke RSI Jemursari. Beberapa keluarga dan pengurus pondok pesantren ikut menjaga. ”Di sini (Surabaya) kan lebih enak karena banyak yang menjaga,” ujar Qodri.

Sementara itu, Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam Surabaya (Yarsis) Prof Mohammad Nuh menyatakan bahwa pihaknya langsung menyiapkan dua rumah sakit untuk Kiai Miftah. Yakni, Rumah Sakit Islam Surabaya (RSIS) Ahmad Yani dan RSIS Jemursari. Sekaligus menyiagakan dokter untuk berjaga. ”Begitu nerima kabar lewat telepon, kami langsung siapkan semuanya. Berkas-berkas dari Salatiga juga dipelajari semuanya. Tinggal observasi,” terangnya.

Nuh menjelaskan, Kiai Miftah yang lantas dirawat di RSIS Jemursari tidak serta-merta dimasukkan ke kamar. Namun, ada prosedur pengecekan berkas hingga observasi kondisi. ”Yang jelas, kaget saja. Apalagi sudah sepuh. Hasil X-ray juga aman. Kalau ada lecet, biasa. Ndak papa, kiai alhamdulillah sehat. Panjenengan doakan. Mohon juga masyarakat untuk mendoakan mudah-mudahan beliau dalam waktu singkat sudah bisa kembali beraktivitas dan sehat,” paparnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : tau/wan/adi/hay/sas/mha/c14/oni

Saksikan video menarik berikut ini: