alexametrics

Menkes Beberkan Alasan Adanya Vaksinasi Covid-19 Berbayar

13 Juli 2021, 13:38:41 WIB

 

JawaPos.com – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan alasan pemerintah akhirnya memutuskan adanya vaksin Covid-19 gotong royong berbayar bagi masyarakat.

Menurut Budi, vaksin gotong royong yang diperuntukan oleh perusahaan kepada karyawan jalannya sangatlah lamban untuk vaksinasi. Dia mengatakan dari target vaksin gotong royong 1.5 juta dosis, baru 300 ribu diberikan. Kecepatannya hanya 10–15 ribu per hari.”Dari target 1,5 juta baru 300 ribu, jadi ada concern, ini kok lamban yang sisinya vaksin gotong royong,” ujar Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Selasa (13/7).

Budi menjelaskan, sebelum diputuskan adanya vaksinasi berbayar adanya usulan mendapatkan masukan dari banyak pihak, seperti vaksin tersebut untuk anak, ibu hamil dan menyusui.

Namun keputusan akhirnya diambil dalam rapat Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) hingga rapat kabinet terbatas. Di dua rapat tersebut diputuskan adanya vaksin berbayar bagi masyarakat. “Memang vaksin gotong royong ini dilihat masih bisa ditingkatkan peranannya supaya bisa pencapaian target vaksinasi ini,” katanya.

Mantan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu menegaskan, vaksinasi berbayar ini tidak membebani keuangan negara. Pasalnya uang tersebut bersumber dari BUMN dan juga perusahaan swasta. “Jadi vaksiniasi gotong royong ini tidak menggunakan APBN, ini benar-benar uangnya BUMN dan perusahaan swasta, jadi tidak ada keterlibatan negara dari sisi anggaran,” tegasnya.

Editor : Dinarsa Kurniawan

Reporter : Gunawan Wibisono

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads