alexametrics

Cegah Klaster Baru Sekolah di Zona Hijau, Utamakan Protokol Kesehatan

13 Juli 2020, 19:02:34 WIB

JawaPos.com – Sekolah yang berada di zona hijau Covid-19 diperbolehkan melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka. Meski di zona hijau, risiko penularan Covid-19 pun sangat dikhawatirkan. Jangan sampai terjadi klaster baru di sekolah seperti yang terjadi di kawasan Sekolah Calon Perwira (Secapa) Bandung.

Sekretaris Jenderal Palang Merah Indonesia (PMI) Sudirman Said mengatakan meskipun belajar tatap muka di sekolah sudah berlaku di zona hijau Covid-19, tetap harus dipikirkan ulang bagaimana risikonya. Jika penambahan kasus positif Covid-19 masih ada, peluang tingginya risiko penularan pun tetap tak bisa disepelekan.

“Sepanjang masih ada kemunculan kasus di manapun itu artinya risiko terbuka bagi penularan virus,” kata Sudirman kepada wartawan baru-baru ini.

Belum lagi dengan adanya peringatan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahwa ditemukan penyebaran Covid-19 melalui udara (airborne). Bisa juga terjadi di lingkungan pendidikan.

Menurut Sudirman, bukti bahwa risiko penyebaran virus makin tinggi. Sayangnya kewaspadaan masyarakat tampak makin menurun.

“Kita perlu bangkitkan kembali solidaritas warga untuk saling mengingatkan, saling menjaga. Ada rumusan outbreak anywhere is outbreak everywhere Artinya kalau ada penyebaran kasus di Bandung, Surabaya, Semarang, dan lain-lain. Itu artinya selalu ada risiko penyebaran di tempat-tempat lain,” jelasnya

Di Jakarta contohnya, lanjut Sudirman, sudah pernah menurun dan stabil, tetapi sekarang mulai naik lagi angkanya. Bisa karena penyebaran lokal DKI Jakarta, tetapi juga bisa disebabkan interaksi warga DKI dengan warga wilayah lain yang masih tinggi angka penularannya.

PMI punya langkah antisipasi untuk meminimalisir risiko klaster baru Covid-19 di sektor pendidikan. Sejak Februari 2020, PMI aktif melakukan promosi kesehatan tentang kampanye protokol kesehatan. Mulai April relawan PMI bersama sama dengan elemen masyarakat, dan TNI/POLRI aktif melakukan penyemprotan disinfektasi ke tempat tempat umum, termasuk sekolah, masrasah dan pesantren.

“Dengan usaha yang demikian, kami tetap berpandangan bahwa cara terbaik mengurangi risiko adalah menghindari kerumunan,” tuturnya.

Patuhi Protokol Kesehatan

Ahli Epidemiologi Klinik dan Penyakit Dalam FKIK Unika Atma Jaya & Rumah Sakit St Carolus, dr. Laurentius Aswin Pramono, M.Epid, SpPD, menambahkan, walau berada di zona hijau Covid-19, sekolah-sekolah harus menjalankan protokol kesehatan standar menurut WHO dan Kemenkes. Setiap sekolah harus menerapkan wajib masker kepada siapa saja, menyediakan fasilitas wastafel cuci tangan, pengecekan suhu tubuh, penyemprotan disinfektan, serta mengatur kapasitas ruang kelas.

“Kalau masyarakat dan semua pihak menjalankan protokol kesehatan secara baik, angka pertambahan kasus Covid-19 bisa dikendalikan,” ujar dr Aswin.

Menurut dr. Aswin, baik anak-anak maupun orang dewasa, tak boleh mengabaikan protokol kesehatan. “Anak-anak harus diedukasi agar bisa menjalankannya dan harus mau diatur,” jelasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

 

 

 

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads