alexametrics

‎Wapres JK Jadi Sosok di Belakang Layar Pertemuan Jokowi-Prabowo

13 Juli 2019, 15:51:35 WIB

JawaPos.com – Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) akhirnya melakukan pertemuan dengan mantan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto. Hal ini juga sebagai momentum menyudahi adanya istilah Cebong dan Kampret yang selama ini menghantui masyarakat Indonesia. Namun, sosok penting di belakang layar pertemuan bersejarah ini adalah Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Puyuono mengatakan Jusuf Kalla (JK) memiliki andil besar dari pertemuan dua tokoh tersebut. ‎”Terima kasih Pak Jusuf Kalla akhirnya pertemuan kang mas Jokowi dan mas Prabowo Subianto bisa terjadi. Pak JK Punya peran besar dalam pertemuan Prabowo-Jokowi,” ujar Arief Puyuono kepada wartawan, Sabtu (13/7).

‎Arief mengaku melakukan komunikasi dengan JK pada 1 Mei 2019. Komunikasi itu adalah membicakan mengenai apapun hasil Pilpres bisa diterima semua pihak. Kemudian mempersatkkan kembali antara pendukung Jokowi dan Prabowo Subianto.

“Tidak mudah dan tidak gampang mengatur dua tokoh ini bertemu walau keduanya sebenarnya mereka sangat dekat dan bersahabat,” katanya.

Usai keributan di Bawaslu tanggal 22 Mei 2019 lalu, Arief dan JK saling berkomunikasi lewat sambungan telepon. Pembicaraanya adalah melakukan pertemuan antara JK dengan Prabowo Subianto. Sehingga bisa mencairkan suasana dari keributan yang terjadi di Bawaslu tersebut. “Sebelum putusan MK pun saya dan Pak JK selalu berkomunikasi untuk bagaimana mencari cara dan jalan mempertemukan mereka berdua (Jokow-Prabowo) dengan tujuan agar masyarakat menjadi satu lagi,” ungkapnya.

Presiden Jokowi saat bertemu Prabowo Subianto di Stasiun MRT, Senayan, Jakarta, Sabtu (13/7/2019). Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

Lebih lanjut Arief mengatakan, pada Jumat (12/7) kemarin dirinya dihubungi oleh JK supaya pertemuan antara Jokowi-Prabowo Subianto bisa dilakukan. “Pertama Pak JK tanya, Rif Pak Prabowo di mana saya bilang di Jakarta baru dari luar negeri, Pak JK bilang sudah saatnya untuk dibuat pertemuan Pak JK akan bicara pada Pak Jokowi,” katanya.

Setelah mendapat telpon dari JK tersebut, Arief berjanji akan berkomunikasi dengan Prabowo Subianto tentang usulan pertemuan tersebut. Usulan JK adalah pertemuan tidak perlu formal dan jangan juga membahas politik. “Akhirnya happy ending pertemuan Jokowi dan Mas Bowo, kita harus salut dan berterima kasih sama Pak JK,” tuturnya.

Terpisah, Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto memberikan apresiasi dan mengungkapkan rasa gembiranya atas pertemuan kJokowi dan Prabowo di Stasiun MRT, Jakarta.

“Pertemuan tersebut menjadi ukuran peningkatan kualitas demokrasi di Indonesia. Sebab pemilu presiden sudah selesai. Dengan pertemuan kedua pemimpin, PDIP semakin meyakini bahwa jalan musyawarah demi persatuan Indonesia adalah pembumian penting dari demokrasi Pancasila,” kata Hasto.

Presiden Joko Widodo makan siang bersama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. (Miftahul Hayat/ Jawa Pos)

Hasto mengatakan, Prabowo yang mengucapkan selamat kepada Jokowi sebagai pemenang Pilpres telah membawa suasana positif di semua lapisan masyarakat.  “Ketika persatuan para pemimpin berproses menjadi persatuan nasional seluruh warga negaranya, maka hal tsb menjadi momentum penting bagi bangkitnya spirit dan kehendak nasional untuk berkemajuan bagi tanah air tercinta,” tutur dia.

‎Hasto menambahkan, dirinya mendampingi ketua umumya Megawati Soekarnoputri melihat siaran langsung dari televisi atas pertemuan. Kata Hasto, Megawati menyampaikan rasa syukurnya, dan sejak awal percaya kenegarawananPrabowo, sama halnya dengan keyakinan Ibu Megawati mengapa konsisten memberikan dukungan Jokowi. “Dengan pertemuan tersebut, maka PDIP semakin optimis terhadap arah masa depan bangsa dan negara,” ungkapnya.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads