alexametrics

Penyebab Arus Balik Lebih Macet Dibanding Mudik versi Kapolri

13 Juni 2019, 10:57:15 WIB

JawaPos.com – Libur Lebaran 2019 sudah selesai. Semua itu seiring dengan berakhirnya arus balik para pemudik ke Ibu Kota Jakarta. Di balik itu, arus balik di jalur darat dirasakan lebih macet dibanding arus mudik.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut arus mudik terbilang lebih lancar dibanding arus balik. Hal itu dipicu oleh beberapa faktor. Pertama, adanya infrastruktur yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Yakninya tersambungnya tol Trans Jawa dan pembangunan tol Trans Sumatera semakin menjangkau daerah lain.

Kedua, kesiapan bandara, terminal, dan pelabuhan sudah bagus. Hal itu berdampak pada pengangkutan pemudik dengan transportasi umum bisa berjalan lancar. Adanya rekayasa lalu lintas seperti one way maupun contraflow juga turut memecah kepadatan yang selalu terjadi setiap arus mudik.

“Ketiga, waktu arus mudik cukup panjang, sehingga tidak terjadi puncak arus mudik. Hanya gelombang-gelombang,” kata Tito seusai mengikuti Apel ‘Koonsolidasi Operasi Ketupat Jaya dan Kesiapan Pengamanan PHPU Mahkamah Konstitusi (MK)’ di Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (13/5).

Upacara konsolidasi itu Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono bertindak sebagai inspektur upacara. Selain Kapolri Tito Karnavian, upacara konsolidasi turut dihadiri oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, KSAD Jenderal TNI Andhika, KSAL Laksamana Siwi Sukma Aji, Waksau Marsekal Madya Fahru Zaini Isnanto, serta sejumlah pejabat lainnya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono bertindak sebagai inspektur upacara. (Sabik Aji Taufan/ JawaPos.com)

Diketahui, durasi waktu untuk arus mudik relatif lebih panjang. Berbeda dengan arus balik yang cenderung lebih mepet. Pemudik cuma punya waktu sekitar tiga hari setelah merayakan Idul Fitri di kampung halaman. Hal itu membuat terjadinya penumpukan kendaraan di sejumlah titik.

“Arus balik sangat pendek kurang lebih 3 hari, terjadi kepadatan di sejumlah tempat, terutama di jalan wilayah, kabupaten dan kota. Kalau di jalan tol tidak terlalu,” imbuh mantan kapolda Metro Jaya itu.

Mantan kapolda Papua itu mengklaim, ruas jalan daerah mengalami kepadatan. Dia berpendapat itu dipicu oleh aktivitas masyarakat yang hendak berwisata, maupun yang akan bersilaturahmi ke tempat sanak saudara.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai Apel ‘Konsolidasi Operasi Ketupat Jaya dan Kesiapan Pengamanan PHPU Mahkamah Konstitusi (MK)’ di Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (13/5). (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com)

Tito menganggap kepadatan lalu lintas tidak berlangsung begitu parah. Semua itu karena mekanisme pengaturan lalu lintas yang baik.

Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy menambahkan, pihaknya telah berupaya memberikan yang terbaik untuk masyarakat selama libur Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah. Dari data yang dimilikinya, angka kriminalitas menurun dari tahun sebelumnya yakni sebesar 24 persen. Jumlah kecelakaan pun turun menurun signifikan.

“Menurunnya angka kecelakaan 53 persen, dari 7 kejadian menjadi 3 kejadian. Pelanggaran lalu lintasnya juga menurun,” tutup Gatot.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : Sabik Aji Taufan