alexametrics

Kripto Haram, CEO Indodax: Haram Jadi Mata Uang, Sah Diperjualbelikan

12 November 2021, 11:53:27 WIB

JawaPos.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan bahwa cryptocurrency alias aset kripto adalah komoditas yang sah diperjualbelikan tetapi haram untuk dijadikan sebagai mata uang. Aset kripto yang dimaksud adalah yang memenuhi syarat sebagai sil’ah dan memiliki underlying serta memiliki manfaat yang jelas hukumnya sah untuk diperjualbelikan.

Aset kripto saat ini juga banyak diminati dunia termasuk orang di Indonesia sebagai investasi, bahkan nyatanya perdagangan aset kripto dijadikan mata pencaharian utama oleh jutaan masyarakat Indonesia saat ini untuk memenuhi kebutuhan sehari hari.

Mengomentari hal itu, CEO Indodax Oscar Darmawan mengatakan bahwa dengan adanya kenaikan harga yang cukup tinggi dari tahun ke tahun, antusiasme masyarakat Indonesia terhadap investasi aset kripto semakin hari makin bertambah. Hal itu dibuktikan dengan terus meningkatnya volume transaksi serta bertambahnya pendaftar yang ikut terjun mendaftar di banyak crypto exchange resmi di Indonesia.

Menurutnya, aset kripto memang bukan dijadikan sebagai mata uang, khususnya di Indonesia. “Ini juga sama seperti hasil musyawarah MUI yang mengharamkan kripto sebagai mata uang karena di Indonesia hanya rupiah mata uang yang diakui. Di Indodax sendiri kita memperdagangkan banyak jenis aset kripto, bahkan volume perdagangan terbesar di Indodax datang dari aset kripto yang punya underlying aset fisik,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (12/11).

Terkait underlying aset dari aset kripto itu sendiri, Oscar juga menjelaskan bahwa sebenarnya hampir semua aset kripto memiliki underlying asetnya tersendiri yang mungkin belum pernah dijelaskan sebelumnya. Hanya saja, ada yang underlying-nya mudah dipahami dalam aset fisik seperti USDT, LGold, LSILVER, dan XSGD; tapi ada juga yang underlying-nya berupa biaya penerbitannya seperti bitcoin.

“Bitcoin memiliki underlying berupa biaya penambangan bitcoin untuk proses verifikasi dan penerbitan bitcoin yang membutuhkan biaya listrik sebesar 150 TeraWatt per jam nya cuma memang bentuknya murni digital ya namanya ini inovasi teknologi sekarang uang aja sudah tidak ada bentuk fisiknya cuma digital seperti e-money. Jadi karena ada biaya produksinya, Bitcoin tidak muncul begitu saja makanya jangan heran kalau bitcoin harganya naik terus ” jelasnya.

Ia mengatakan, pihaknya sendiri saat ini mempunyai lebih dari 4,5 juta member di mana 99 persennya adalah penduduk Indonesia yang hidup dari trading aset kripto. Bahkan, banyak orang yang tidak memiliki pekerjaan sekarang hidup dari trading aset kripto.

“Sekarang kenyataannya Indodax sudah menolong 4,5 juta orang Indonesia melewati masa sulit saat pandemi Korona ini dengan memberikan pekerjaan alternatif sebagai trader aset kripto. Indodax ada 170 jenis aset kripto. Jadi jenisnya banyak. Tinggal trader pilih saja mau trading aset kripto yang mana. Menurut saya pribadi sebenarnya hampir semua aset kripto ada underlying-nya kalau dipelajari secara teknologi dan manfaat, namun itu semua dikembalikan kepada sudut pandang masing masing trader,” pungkasnya.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Romys Binekasri

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads