JawaPos Radar | Iklan Jitu

Prabowo Dikritik Malas Kampanye, Gerindra: Kita Anggap Sebagai Jamu

12 Oktober 2018, 17:52:30 WIB | Editor: Kuswandi
Gerindra
Ilustrasi: Partai Gerindra (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Partai Gerindra enggan tanggapi serius tanggapan Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief soal capres Prabowo Subianto yang dianggap malas berkampanye keliling Indonesia. Partai berlambang kepala burung Garuda itu memaklumi sikap anak buah SBY tersebut.

"Andi Arief ini kan aktivis, aktivis itu kan ingin beda sendiri. Jadi wajar lah. Masa satu di antara ribuan (pendukung) enggak bisa kita maklumi (perilakunya)," kata Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (12/10).

Di samping itu, Riza, sapaan akrabnya, menghargai kritik yang dilontarkan oleh Andi Arief. Dia bilang, pernyataan itu akan menjadi saran yang patut dipertimbangkan oleh Prabowo.

"Kita anggap sebagai jamu dan suplemen sebagai masukan. Kritik di internal koalisi itu biasa saja," ungkap Riza.

Kendati begitu, Riza juga menjelaskan, bahwasanya Prabowo selama ini juga telah rajin berkeliling Indonesia untuk berkampanye. Namun menurut Riza, memang tak seintensif Sandiaga.

"Jadi Pak Prabowo juga keliling, cuma kan enggak selalu di ekspos karena kadang yang ditemui kan Internal, kadang yang ditemui tokoh-tokoh tertentu yang tidak bisa kita publish, tapi tentu prinsipnya pak Prabowo sangat serius," jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief kembali mengeluarkan kritik kepada calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. Kali ini menurut Andi, mantan Danjen Kopassus itu dianggap kurang serius menghadapi kontestasi Pilpres 2019 lantaran malas berkeliling Indonesia untuk berkampanye.

"Ini otokritik, kalau dilihat cara berkampanyenya sebetulnya yang mau jadi Presiden itu Sandi Uno atau Pak Prabowo? Saya menangkap kesan Pak Prabowo agak kurang serius ini mau jadi Presiden," ujar Andi dalam cuitannya dalam akun twitternya @AndiArief_, Jumat (12/10).

Andi menyadari kritiknya terhadap Prabowo bakal dikecam oleh masyarakat. Akantetapi kritik terhadap jenderal berjuluk 08 itu dinilai penting agar dia dapat memenangkan kontestasi lima tahunan tersebut.

"Enam bulan adalah waktu yang terlalu pendek dalam politik. Pak Prabowo harus keluar dari sarang kertanegara, kunjungi rakyat, sapa, peluk cium dan sampaikan apa yang akan dilakukan kalau menang di tengah ekonomi yang sulit ini," tegasnya.

Tak hanya itu, menurut Andi, jika Prabowo terus bermalas-malasan, maka akan berimbas besar terhadap dukungan parpol koalisi pengusungnya. Dia bilang, partai Demokrat, PAN dan PKS akan menjadi tak all out mendukung paslon nomor urut 02 itu.

"Mumpung partai-partai pendukung Pak Jokowi sibuk untuk lolos PT ketimbang urus Pak Jokowi, harusnya Pak Prabowo aktif keliling, menembus Indonesia mendulang suara. Hanya dengan bertemu rakyat maka pintu istana akan terbuka," pungkasnya.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up