JawaPos Radar | Iklan Jitu

IPI Aceh Apresiasi Sikap Miftahul Jannah

12 Oktober 2018, 16:20:12 WIB | Editor: Saugi Riyandi
IPI Aceh Apresiasi Sikap Miftahul Jannah
Miftahul Jannah, Pejudo Indonesia yang didiskualifikasi (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) Aceh memberi apresiasi kepada Miftahul Jannah sang atlet judo Indonesia asal Aceh atas sikapnya tidak mau membuka jilbab saat bertanding di Asian Para Games 2018 di Jakarta. Wanita penyandang disabilitas itu lebih memilih mundur dari pertadingan daripada harus membuka jilbab di arena.

Wakil Ketua IPI Aceh Bidang Hukum dan Advokasi Muhazzir Budiman menilai prinsip kuat Miftahul Jannah itu patut diberi apresiasi tinggi karena keteguhannya mempertahankan identitas Propinsi Aceh sebagai daerah syariat Islam di depan mata Dunia. Tindakan wanita itu memilih mundur dari pertandingan adalah menjadi pelajaran bagi bangsa ini dan dunia agar menghargai dan memelihara hak asasi manusia (HAM).

"Dalam hal ini adalah keyakinan individual dalam beragama," ujarnya dalam keterangannya, Jumat (12/10).

Dia menegaskan Miftahul Jannah juga sedang memperlihatkan ke dunia bahwa Aceh adalah daerah yang bersyariat Islam dan pakaian syariat itu merupakan kehormatan bagi anak Aceh sehingga tidak mudah terjual dengan begitu saja. IPI Aceh sangat kecekwa kepada wakil dari Indonesia dalam Asian Games 2018 itu yang tidak menjelaskan dan mempertahankan saat annual meeting tentang hijab atlet muslimah. Seharusnya mereka paham dan memperjuangkan persoalan ini agar tidak terjadi diskriminasi atlet muslimah dalam ikut pertandingan.

Apalagi pertandingan ini dilaksanakan di Indonesia yang mayoritas masyarakat Islam. Maka aturan buka jilbab ini sangat tidak toleransi antar agama di Indonesia. Aturan ini sangat mengecewakan sehingga atlet kita sendiri didiskualifikasikan.

"IPI mengingatkan pada pemerintah Indonesia dari hal-hal yang sangat serius seperti ini, sehingga gara-gara kasus Miftahul Jannah ini membuat masyarakat muslim Indonesia, khususnya masyarakat Aceh sangat sedih dan kecewa. Menurut kami, ini bisa terjadi karena para penanggung jawab Asian Games itu kurang memahami aturan negara Indonesia dan aturan syariat Islam," tegasnya.

IPI mengharap kedepan di Asian Games selanjutnya agar bermusyawarah terlebih dahulu dengan MUI atau tokoh-tokoh Islam sebelum menetapkan aturan buka jilbab. Dan IPI Aceh mengharap aturan pertandingan judo itu direvisi ulang agar tidak terjadi diskriminasi atlet muslimah.

"Kami mengimbau kepada pemerintah Aceh agar membela Miftahul Jannah dan menggantikan kesedihannya itu dengan suatu yang dapat menggembirakannya lagi. Ini semua karena wanita itu telah membawa nama harum Aceh ke dunia. Ia lebih mendahulukan syariat Islam daripada kemegahan dunia," pungkasnya.

(srs/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up