alexametrics

Warga Berebut Berfoto di Makam BJ Habibie

12 September 2019, 16:30:15 WIB

JawaPos.com – Presiden RI ketiga Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie telah dikebumikan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (12/9) siang. Pusaranya tepat disamping mendiang sang istri tercinta, Hasri Ainun Besari atau tepatnya di Blok M blad 120 dan 121.

Warga yang turut menghadiri pemakaman berebut berswafoto maupun memotret kondisi makam Habibie. Bahkan terlihat ada seorang ibu membawa anaknya yang masih balita mendekat ke pusara. Sesaknya kondisi disekitar makam, tak membuat warga mengurunkan niatnya untuk bisa mengabadikan makam Habibie dengan kamera telepon genggamnya.

Mereka silih berganti menyusup di tengah kerumuman supaya bisa sampai di depan makam. Beberapa diantara mereka turut menabur bunga untuk makam Habibie dan makam mendingan istrinya Hasri Ainun Besari yang berada tepat di sampingnya.

Rasinah, 43, warga Pasar Minggu, Jakarta Selatan, menceritakan, sengaja datang ke TMP Kalibata sejak pagi hari agar bisa mengikuti proses pemakaman. Ia mengaku ingin turut serta menjadi bagian, saat-saat terakhir sosok idolanya sebelum disemayamkan untuk selama-lamanya.

Suasana pemakaman Presiden ketiga RI BJ Habibie di Taman Makam Pahlawan Kalibata. (Sabik Aji Taufan/ JawaPos.com)

“Kita memang sengaja kesini. Kita kan waktu muda denger hebatnya pak Habibie. Mumpung ada kesempatan jadi pengen langsung ngeliahat,” kata dia.

Rasinah mengatakan, belum pernah bertemu dengan Habibie. Meninggalnya Habibie dianggap sebagai kehilangan besar bagi bangsa Indonesia. Sebab, akan sulit menemukan seseorang dengan kehebatan seperti Habibie. “Pak Habibie kan sampai bisa bikin pesawat, kalau yang lain kan belum tentu. Nggak ada tandingannya lah,” imbuhnya.

Sementara itu, Akbar Rasyid, 36, merasa terpukul atas wafatnya Habibie. Sebab, sudah sejak lama dia mengidolakan Habibie. Selain sukses sebagai politikus, juga sukses dalam bidang teknologi. Karya-karyanya sudah banyak diakui dunia. “Sebagai orang tua siapa sih yang nggak mau kalau punya anak bisa sehebat pak Habibie. Makanya saya ingin moto makamnya sebagai kenang-kenangan,” jelasnya.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads