alexametrics

KPK Buka Dugaan Pelanggaran Etik Firli

12 September 2019, 08:24:20 WIB

JawaPos.com – KPK kemarin (11/9) buka-bukaan tentang dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Irjen Pol Firli Bahuri ketika menjabat Deputi Penindakan. KPK menyampaikan hasil laporan pemeriksaan Direktorat Pengawasan Internal (PI) terkait kasus Firli. Laporan itu juga dikirimkan ke DPR, khususnya Komisi III kemarin. Sebab, Firli saat ini tengah mengikuti tahapan fit and proper test capim KPK di DPR.

”Kami berharap (hasil pemeriksaan PI terkait Firli) dapat menjadi pertimbangan dalam proses pemilihan calon pimpinan KPK,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di gedung KPK.

Penyampaian dugaan pelanggaran berat menjelang jadwal fit and proper test Firli di DPR itu, kata Saut, merupakan bentuk tanggungjawab KPK untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan pimpinan KPK yang berintegritas dan independen. ”Jika pimpinan KPK terpilih tidak berintegritas, berisiko bagi pelaksanaan tugas KPK ke depan,” tegas Saut.

Apa substansi pelanggaran etik berat yang diduga dilakukan Firli? Anggota Dewan Pertimbangan Pegawai (DPP) KPK M. Tsani Annafari menjelaskan, perkara etik itu berkaitan dengan pertemuan Firli dengan mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi pada 12 dan 13 Mei 2018.

Pertemuan itu dilakukan selang beberapa hari KPK menyelidiki dugaan korupsi terkait kepemilikan saham pemerintah daerah di PT Newmont Nusa Tenggara (NTT). Hasil pemeriksaan PI, pertemuan-pertemuan itu tidak ada hubungannya dengan tugas Firli sebagai deputi penindakan. Artinya, pertemuan itu adalah inisiatif pribadi Firli.

Di KPK, pertemuan itu merupakan bentuk pelanggaran etik. Hal itu diatur dalam Peraturan KPK tentang Nilai-Nilai Dasar Pribadi, Kode Etik, dan Pedoman Perilaku KPK. ”KPK telah memeriksa F (Firli), saksi-saksi terkait, ahli hukum, dan ahli etik untuk membuktikan terjadinya dugaan pelanggaran yang dilakukan F (Firli),” jelas Tsani.

Sementara itu, hingga tadi malam Firli belum bisa dikonfirmasi. Permintaan konfirmasi yang diajukan Jawa Pos tidak berbalas. Namun, saat mengikuti tes wawancara dan uji publik di hadapan panitia seleksi (pansel) KPK pada Selasa (27/8), Firli membantah tuduhan melanggar kode etik.

Dalam berita yang dilansir jawapos.com itu, Firli tak menampik pernah bertemu dengan TGB. Namun, dia mengklaim sudah mendapatkan izin dari pimpinan KPK untuk bertemu dengan TGB. ‘’Saya sudah izin ke pimpinan KPK ke NTB mau farewell, lalu di sana saya diundang main tenis dengan pemain tenis di sana. Saya tidak mengadakan hubungan dan pertemuan. Saya bertemu iya, mengadakan pertemuan tidak.”

Saat itu Firli juga menegaskan bahwa permasalahan tersebut sudah ia jelaskan kepada lima pimpinan KPK pada pertengahan Maret lalu. Hasilnya, kata Firli, setelah diklarifikasi pimpinan KPK, dari pertemuan tersebut tidak ada fakta bahwa dirinya melanggar kode etik.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : far/mar/tyo/oni



Close Ads