alexametrics

Gelar Aksi Pasang Tenda, Mahasiswa Indonesia Tolak Revisi UU KPK

12 September 2019, 22:07:31 WIB

JawaPos.com – Sejumlah mahasiwa dari berbagai Universitas melakukan aksi di depan Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta. Mereka menolak revisi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK) serta menolak capim KPK bermasalah.

Elemen yang menamakan diri Mahasiswa Indonesia itu menggelar aksi dengan mendirikan tenda di depan Gedung KPK. Aksi itu dilakukan tidak lain untuk mendukung kinerja pemberantasan korupsi.

“Kami perlu dan wajib untuk bergerak bersama melawan setiap upaya membungkam perjuangan memberantas korupsi di Indonesia,” kata Koordinator yang juga Ketua Bidang Hukum Ikatan Alumni Universitas Trisakti Bayu Saputra Muslimin di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (12/9).

Bayu memandang, revisi UU KPK yang disetujui oleh Jokowi dan DPR itu terdapat upaya pelemahan terhadap independensi lembaga antirasuah. Sebab nantinya pegawai KPK akan menjadi cabang dari kekuasaan eksekutif. Sehingga seluruh pegawai akan menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

“KPK bukan lagi menjadi lembaga yang independen, sehingga prinsip sebagai lembaga negara yang bebas dari pengaruh kekuasaan otomatis akan hilang,” paparnya.

Tak hanya itu, upaya pelemahan juga terkait akan dibentuknya Dewan Pengawas KPK. Bayu memandang, dibentuknya lembaga itu bertujuan untuk mengawasi pelaksanaan tugas dan wewenang KPK.

“Nantinya Dewan Pengawas dipilih lima orang oleh DPR berdasarkan usul dari Presiden. Padahal fungsinya sudah dijalankan oleh Penasihat KPK dan Direktorat Pengawasan Internal KPK,” ucapnya.

Selain itu, Bayu juga menyinggung terkait izin penyadapan KPK. Sebab dalam revisi UU KPK proses penyadapan harus dapat persetujuan dari Dewan Pengawas.

“Bisa dibayangkan, apabila KPK sedang melakukan penyelidikan terhadap suatu kasus korupsi yang dilakukan sangat rahasia dan hati-hati kemudian harus meminta izin terhadap Dewan Pengawas,” jelasnya.

Aksi mereka pun turut mendapat respon dari penyidik senior KPK Novel Baswedan. Novel meminta para mahasiswa itu terus berjuang dan mengobarkan semangat antikorupsi. Sebab menurutnya, hingga saat ini masih banyak upaya-upaya melemahkan KPK.

“Kita tidak boleh lelah, kita tidak boleh menyerah dengan segala upaya fitnah yang disampaikan,” tutur Novel.

Saat ini, kata Novel, banyak sekali upaya memutarbalikkan fakta atas apa yang dikerjakan KPK. Seolah hendak memperkuat KPK namun malah sebaliknya.

“Tetapi kita harus sadar bahwa kepentingan rakyat Indonesia adalah kepentingan yang sangat mendasar. Sehingga kita berpeluang untuk mendukung KPK, mendukung upaya pemberantasan korupsi adalah suatu yang wajib kita perjuangkan,” paparnya.

Dia juga meminta mahasiswa tidak gentar melawan korupsi meski diakuinya banyak sekali risiko yang dihadapi. “Apapun risikonya ini tidak boleh terus kita biarkan. Kita jangan sampai abai atau kompromi dengan upaya-upaya itu (pelemahan KPK),” tegas Novel.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads