Anggap Kuota CPNS 2018 Tak Adil, Honorer Bakal Bikin Aksi Kejutan

12/09/2018, 10:47 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) sat menggelar aksi demo di Jakarta, mereka menuntut pemerintah agar menjadikanya PNS. (jpnn/jawapos.com)
Share this image

JawaPos.com - Rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 untuk honorer Katergori dua (K2) masih terus menuai polemik. Pasalnya, pemerintah hanya memberikan kuota 13.347 bagi yang usianya di bawah 35 tahun.

Jumlah itu pun terbatas pada tenaga guru dan tenaga Kesehatan saja. Dari kuota ini, 12.883 formasi untuk tenaga guru, sisanya 464 formasi untuk tenaga Kesehatan.

Ketua Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih mengatakan, formasi CPNS 2018 yang ditetapkan oleh pemerintah tidak adil. Karean 90 persen honorer K2 terdiri dari orang-orang berusia di atas 35 tahun.

“Ini jelas sangat tidak adil dan masih jauh dari harapan kami,” katanya Titi sebagaimana dilansir dari Jpnn (JawaPos Grup).

Jumlah 13 ribu itu juga menurut Titi terlalu kecil. Karean dalam catatannya, jumlah honorer K2 saat ini ada sekitar 439 ribu orang. Itupun dibatasi lagi hanya khusus tenaga guru dan tenaga kesehatan.

“Tiga belas ribu itu cuma 1,5 persen dari total jumlah tenaga honorer K2. Ini kebijakan yang tidak berkeadilan dan berperikemanusiaan,” keluhnya.

karena itu, Titi menganggap pemerintah ingin membuang honorer K2 secara perlahan-lahan. Dulu pemerintah beralasan tidak ada anggaran untuk pengangkatan CPNS baru. Saat ini, setelah tersedia formasi dan anggaran, pemerintah malah memberikannya lebih banyak pada umum, bukan honorer K2.

“Seharusnya 50-50 lah, kami juga paham anggaran terbatas. Makanya kami minta diangkat bertahap. Tapi tolong bikinkan payung hukum yang jelas,” imbuhnya.

Titi juga menambahkan pihaknya tidak akan tinggal diam. Ia akan menyiapkan kejutan untuk pemerintah dalam waktu dekat ini.

“Biar mereka sadar kalau kami mengabdi untuk negeri. Bukan cuma dongeng belaka,” tegasnya.

(jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi