alexametrics
Laporan M. Hilmi Setiawan dari Makkah

Isi Pagi Hari dengan Bercengkrama Bersama Ratusan Merpati

12 Juli 2019, 15:38:09 WIB

JawaPos.com – Salah satu pemandangan unik di sekitaran komplek Masjidilharam adalah adanya sekian banyak merpati. Merpati dengan kelir biru laut dan cenderung gelap itu, banyak dikenal dengan julukan merpati megan.

Bagi jamaah asal Indonesia yang berkesempatan untuk menjalankan ibadah salat subuh di Masjidilharam, tidak perlu buru-buru kembali ke pemondokan. Karena terik matahari belum begitu kuat, bisa meluangkan waktu untuk bercengkrama dengan burung-burung merpati itu.

Tidak semua penjuru pintu Masjidilharam menjadi titik kumpulnya merpati-merpati itu. Titik yang paling banyak merpatinya adalah di sekitaran pangkalan taksi Bab Bir. Atau banyak juga disebut dengan Gate Gaza.

Jamaah dari dalam Masjidilharam yang ingin ke titik tersebut bisa menggunakan pintu di sisi jalur sa’i. Salah satunya adalah pintu atau Gate Marwah. Sesuai namanya, pintu Marwah ini berada di sisi bukit Marwah yang menjadi titik finish pelaksanaan sa’i.

Tidak jauh dari pintu Marwah burung-burung merpati sudah menyemut di pelataran. Jumlah burung merpati kian banyak saat berada di sekitaran tempat pangkalan taksi di terminal Bab Bir.

Untuk bisa semakin akrab dengan merpati-merpati itu, jamaah bisa membeli pakan yang dijual bebas di sekitaran. Harganya dipatok 5 riyal (sekitar Rp 20 ribu) setiap kemasan plastik. Isinya aneka macam biji-bijian.

Begitu biji-bijian itu ditebar, ratusan merpati langsung merapat. Pemandangan yang indah untuk diabadikan dan dibawa pulang ke tanah air.

Konon menurut cerita merpati-merpati di komplek Masjidilharam atau di kota Makkah pada umumnya adalah merpati keturunan peliharaan Siti Aisyah, istri Nabi Muhammad. Di dalam agama Islam ada ketentuan setiap orang dilarang menyakiti hewan. Apalagi sedang berada di tanah ’’haram’’ dan hewan itu dipercaya sebagai keturunan piaraan Siti Aisyah.

Setelah salat subuh dan bermain dengan burung merpati, bisa jadi perut sudah terasa lapar. Tidak perlu khawatir. Jika ingin mencicipi olahan setempat, harganya sama dengan sekantong makanan merpati tadi. Yakni 5 riyal seporsi nasi biryani atau sejenisnya. Harga itu untuk nasinya saja. Jika ditambah olahan ayam harganya 5 riyal per potong.

Editor : Kuswandi

Reporter : Hilmi Setiawan