alexametrics

Baiq Nuril Serahkan 132 Surat Penangguhan ke Kejagung

12 Juli 2019, 12:53:39 WIB

JawaPos.com – Terpidana kasus Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Baiq Nuril Maknun menyerahkan 132 surat penangguhan penahanan ke Kejaksaan Agung (Kejagung). Mantan guru honorer SMAN 7 Mataram itu didampingi tim kuasa hukum dan politikus PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka saat menyerahkan surat penangguhan penahanan.

“Dari DPRD provinsi dua permohonan, DPRD kota tiga, DPRD kabupaten 14, lembaga 36, dan perorangan 76,” kata Rieke di Kompleks Kejagung, Jakarta Selatan, Jumat (12/7).

Rieke menyampaikan, permohonan penangguhan penahanan terhadap Baiq Nuril merupakan rangkaian dari permohonan amnesti yang akan diajukan kepada Presiden Joko Widodo. Menurutnya, penangguhan penahanan Baiq Nuril juga disambut baik oleh Jaksa Agung M Prasetyo.

“Alhamdulillah kita mendapatkan sinyal positif memang dari awal Jaksa Agung memiliki perspektif gender yang luar biasa. Tapi kami juga tentu tidak ingin bahwa keputusan penangguhan eksekusi itu karena perhatian personal,” ucap Rieke.

Rieke menyebut, permohonan penangguhan penahanan terhadap Nuril didukung oleh berbagai elemen masyarakat. Sehingga pihaknya menerima 132 surat penangguhan penahanan untuk Baiq Nuril.

“Kaum milenial juga membantu kita, berbagai macam organisasi, mahasiswa dan saya kira kita akan terus berjuang,” tegas Rieke.

Sementara itu, Jaksa Agung M Prasetyo menyampaikan, pihaknya tidak akan terburu-buru untuk melakukan eksekusi penahanan terhadap Baiq Nuril. Pihaknya memiliki rasa keadilan dan manusiawi terhadap ibu empat orang anak itu.

“Kasus ibu Baiq Nuril ini tentunya kita harus melihat kepentingan lebih besar dan selama ini Kejaksaan Agung tentunya harus mendengarkan perasaan keadilan yang tumbuh di tengah masyarakat,” ucap Prasetyo.

Oleh karena itu, Prasetyo memastikan pihaknya tidak langsung melakukan eksekusi terhadap Baiq Nuril. Kejagung masih melakukan pemantauan terkait proses permohonan amnesti terkait kasus yang menimpa mantan guru honorer SMAN 7 Mataram tersebut.

“Disamping ada banyak permohonan dari berbagai pihak, ada juga perhatian khusus dari pak Presiden untuk memberikan amnesti kepada Baiq Nuril. Saya rasa itu hal yang bagus, langkah yang baik sebagai pelajaran berharga dan kita harapkan tidak akan lagi muncul kasus-kasus lain seperti yang ada saat ini,” pungkasnya.

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan