JawaPos Radar

Puan: Hanya 11 Persen Kontribusi Sarjana Indonesia untuk Total Pekerja

12/05/2018, 22:21 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Puan Maharani
KULIAH TAMU: Puan Maharani (putih) usai berikan kuliah tamu di UMM, Sabtu (12/5). (Tika Hapsari/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Budaya, Puan Maharani, menyebutkan, saat ini, daya saing Indonesia periode 2017-2018 menurut laporan World Economic Forum (WEF), naik 5 peringkat, dari posisi 41 menjadi posisi 36, dari 137 negara. 

Bahkan, Indonesia dinilai sebagai salah satu inovator teratas di antara negara berkembang. Puan menambahkan, daya saing sangat ditentukan oleh kapabilitas sumber daya manusia dalam mengelola potensi yang ada.

"Pembangunan SDM yang berkualitas tidak terlepas dari peran pendidikan tinggi," kata Puan, saat memberikan kuliah tamu di wisuda UMM, Malang, Sabtu (12/5). 

Saat ini, lanjut dia, sarjana di Indonesia, hanya berkontribusi 11 persen, atau 13 juta orang dari 121 juta penduduk yang bekerja. Puan menegaskan, untuk memperkuat profil angkatan kerja Idonesia tersebut, maka salah satu agenda strategis pemerintah adalah, memperkuat seluruh PTN dan PTS. 

"Lha ini, salah satunya, kerjasama dengan perguruan tinggi swasta (PTS). Kerjasama dengan universitas, SMK. Kami bahas road map-nya gimana. Tujuannya untuk peningkatan SDM ke depan," tegas Puan. 

Dia melanjutkan, jumlah seluruh perguruan tinggi nasional lebih dari 4.300. Lebih dari 90 persen merupakan PTS. Pemerintah telah memberikan perlakuan yang sama kepada PTS dan PTN.

Bentuk perlakuan yang sama, lanjut Puan, mencakup beasiswa bagi dosen dan mahasiswa, bantuan biaya operasional, serta bantuan dana riset. Kemenristek Dikti juga telah memberikan pendampingan dan pembinaan kepada PTS sehingga 27 PTS binaan telah memiliki akreditasi A di tahun 2017.

"Saya berharap, setiap sarjana yang telah diwisuda adalah segera mendapatkan pekerjaan," harap Puan.

Putri tokoh nasional, Megawati Soekarnoputri itu menambahkan, di sisi lain, dunia kerja dari tahun ke tahun semakin kompetitif dalam melakukan rekruitmen.

Kampus membekali sarjana-sarjana mereka dengan ilmu pengetahuan, pengetahuan dan pengetahuan tertentu.  Hal ini menjadi bekal bagi setiap sarjana untuk dikembangkan dan diperkuat sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

"Masih diperlukan waktu untuk menempa pengalaman dan kemahiran, agar menjadi seorang yang profesional di bidangnya," tegasnya.

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up