alexametrics

Ada Pemilu, Jokowi: Masyarakat Jangan Mau Diaduk-aduk Politikus

12 Januari 2019, 15:29:29 WIB

JawaPos.com – Indonesia akan menggelar pesta demokrasi terbesar pada April 2019 mendatang. Mereka akan memilih presiden dan wakil presiden Indonesia beserta dengan para wakil rakyatnya.

Namun sayang, dalam beberapa waktu terakhir, tren pemilihan tersebut malah menimbulkan konflik di masyarakat. Muasalnya karena perbedaan pilhan.

Menyadari potensi itu masih terjadi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat agar tidak berseteru kendati mereka memiliki pilihan berbeda. Menurutnya, perbedaan pilihan adalah hal lumrah. Ia juga menekankan agar masyarakat tidak mudah dipengaruhi oleh politikus.

“Jangan sampai perbedaan pilihan bikin kita enggak jadi saudara. Perbedaan itu biasa. Jangan sampai enggak saling ngomong antar tetangga, antar majelis taklim enggak ngomong, lho lho lho… Jangan kita diaduk-aduk oleh politikus. Negara ini negara besar,” ujarnya di Jiexpo, Kemayoran, Jakarta, Sabtu (12/1).

Jokowi menambahkan, memilih pemimpin bukanlah hal yang terlalu sulit. Sebab, ada beberapa kriteria yang bisa dinilai untuk mengetahui kualitas pemimpin yang baik.

“Kalau itu dilihat, itu yang paling penting punya pengalaman di pemerintahan atau tidak, rekam jejaknya bagaimana, punya ide apa, dilihat juga punya program yang jelas atau tidak. Melihat itu saja,” jelas dia.

Jangan sampai, lanjut Jokowi, perbedaan pilihan tersebut malah menyeret Indonesia dalam perpecahan berkepanjangan. Afghanistas misalnya, negara tersebut masih mengalami konflik berkepanjangan yang dipicu oleh dua suku.

“Sudah 40 tahun (konflik) nggak selesai. Padahal ada tujuh suku disana. Hanya tujuh saja ada konflik 40 tahun enggak selesai,” tandasnya.

 

Editor : Teguh Jiwa Brata

Reporter : Hana Adi



Close Ads
Ada Pemilu, Jokowi: Masyarakat Jangan Mau Diaduk-aduk Politikus