alexametrics

KPK Minta Polri Ungkap Penyerang Novel Sebelum Peringatan 1.000 Hari

11 Desember 2019, 08:50:36 WIB

JawaPos.com – Menjelang 1.000 hari kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, lembaga antirasuah meminta Polri segera mengusut pelaku penyerangan. Baik itu aktor lapangan maupun intelektual dalam kasus tersebut.

“Sekitar 27 hari lagi maka genap 1.000 hari sejak Novel diserang, tentu diharapkan tidak perlu sampai 1.000 hari untuk menemukan pelaku penyerangan lapangan itu,” kata juru bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (10/12) malam.

Mantan peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) ini menyebut, KPK mengharapkan Polri segera menemukan pelaku lapangan maupun intelektual dalam kasus Novel. Hal ini penting dilakukan, agar tidak ada lagi penyerangan terhadap aparat penegak hukum, khususnya pegawai KPK.

“Kita tidak ingin penegak hukum itu diteror dan diserang, apalagi terkait dengan pelaksanaan tugasnya. Kita tahu bukan hanya Novel yang diserang, tapi rumah dua pimpinan KPK juga diteror dengan bom pada saat itu, baik bom molotov ataupun benda berbentuk mirip bom di rumah ketua KPK,” tegas Febri.

Febri menyampaikan, resiko penyerangan teror bukan hanya terjadi pada pegawai KPK, ini bisa terjadi terhadap aparat penegak hukum lainnya seperti Jaksa, Polisi, dan Hakim. Sehingga, penyerangan teror harus diusut secara tuntas.

“Jadi teror seperti ini tentu harus dilawan semaksimal mungkin, dengan penegakan hukum yang tegas dan konsisten, itu yang kami harapkan. Jadi bukan sekedar soal satu kasus saja, tetapi penegakan hukum yang konsisten yang diharapkan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengungkap hasil pertemuannya dengan Kapolri Jenderal Pol Idham Azis. Jokowi menyebut dalam perjumpaan itu, dia menekankan kelanjutan kasus penyiraman air keras kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan yang sudah 2,5 tahun tak kunjung menemui titik terang.

“Sore kemarin Kapolri udah saya undang, saya tanyakan langsung ke Kapolri (kasus Novel) Saya juga ingin mendapatkan sebuah ketegasan, ada progres atau enggak,” kata Jokowi di hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (10/12).

“Dijawab (Kapolri), ada temuan baru yang sudah menuju pada kesimpulan. Oleh karena itu saya tidak kasih waktu lagi, saya bilang secepatnya, segera diumumkan,” imbuhnya.

Meski begitu, mantan Gubernur DKI Jakarta itu tidak menyebut pasti kapan tenggat waktu Kapolri harus mengungkap kasus Novel. “Saya tidak bicara masalah bulan. Kalau saya bilang secepatnya berarti dalam waktu harian,” tegas Jokowi.

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan


Close Ads