alexametrics

Gubernur Jatim Raih Penghargaan Pemimpin Perubahan

Jatim Raih Predikat WBK/WBBM Terbanyak
11 Desember 2019, 05:00:48 WIB

JawaPos.com – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan pemimpin perubahan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Selasa (10/12). Selain itu, Pemprov Jatim juga menjadi instansi penerima predikat terbanyak wilayah bebas dari korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM).

Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin menyerahkan langsung penghargaan tersebut kepada Khofifah. Perempuan 54 tahun itu dinilai memiliki komitmen besar mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.

Dia juga dinilai berhasil membangun zona integritas secara masif. WBK/WBBM diberikan kepada unit kerja pelayanan yang berkomitmen memberantas korupsi serta meningkatkan kualitas pelayanan.

Tak ayal, ada enam unit pelaksana teknis (UPT) Jatim menyandang predikat WBK/WBBM. Yakni, UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah Jombang (Badan Pendapatan Daerah Jatim), UPT Pengujian Sertifikasi Mutu Barang dan Lembaga Tembakau Jember (Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jatim), dan UPT Pengawasan dan Sertifikasi Hasil Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Kemudian, UPT Pelayanan dan Perlindungan Tenaga Kerja (Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Jatim), Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Surabaya, dan RSU Jiwa Menur Surabaya.

“Ini pertama kali Pemprov Jatim mendapatkan anugerah WBK/WBBM. Kemudian yang terbanyak dari seluruh provinsi,” ungkap Khofifah di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Selasa (10/12).

Menurut dia, predikat tersebut merupakan pencapaian yang monumental. Melengkapi predikat opini wajar tanpa pengecualian (WTP) laporan keuangan Pemprov Jatim Oktober lalu oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Nantinya, enam UPT tersebut akan menjadi contoh bagi instansi lainnya. Menumbuhkan suasana kompetisi bergerak menuju perubahan dan perbaikan birokrasi. Terutama dari sisi pelayanan.

“Sehingga masyarakat Jatim akan terus mendapatkan pelayanan yang lebih cettar (cepat, efektif, efisien, tanggap, transparan, akuntabel, dan responsif,” ucap Khofifah.

Mantan Menteri Sosial tersebut mengaku untuk meraih predikat penghargaan tersebut tidak mudah. Butuh manajemen dan kemauan yang solid untuk melakukan perubahan. Mewujudkan pelayanan publik dan pemerintah yang bersih, bebas korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

“Di sisi lain, penghargaan ini adalah amanah yang berat untuk bisa menjaga dan meningkatkan. Butuh komitmen mulai kepala daerah beserta seluruh jajarannya. Ditunjang manajemen penataan tata laksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan pengawasan, dan penguatan akuntabilitas kinerja,” bebernya.

Dia yakin mampu menciptakan tata kelola good and clean governance sehingga menyejahterakan seluruh masyarakat Jawa Timur.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Agas Putra Hartanto


Close Ads