alexametrics

Di Hari ke-13, Tim Penyelam Tak Lagi Temukan Body Part

KNKT Terus Upayakan Pencarian CVR
11 November 2018, 19:03:44 WIB

JawaPos.com – Setelah dua kali diperpanjang, operasi SAR (search and rescue) kecelakaan pesawat Lion Air PK-LQP ditutup secara terpusat kemarin (10/11). Meski demikian, Kantor SAR Jakarta dan Bandung masih bisa melakukan operasi.

Kabasarnas M. Syaugi menjelaskan, tim SAR Jakarta dan Bandung akan bersiaga dan melaksanakan penyisiran di last know positioning (LKP) dan pesisir Pantai Tanjung Pakis, Karawang.

Dia menambahkan, penutupan terpusat operasi itu dilakukan setelah melakukan analisis menyeluruh. Tolok ukurnya, kata Syaugi, adalah korban.

Di Hari ke-13, Tim Penyelam Tak Lagi Temukan Body Part
Kantong jenazah yang berhasil dievakuasi Basarnas bersama Tim SAR Gabungan (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)

“Sejak siang kemarin (Jumat, 9/11, Red) hingga siang ini (kemarin siang, 10/11, Red), tim SAR sudah tidak menemukan korban lagi. Karena itulah, operasi SAR secara terpusat saya nyatakan ditutup,” kata Syaugi.

Sementara itu, dalam pelaksanaan operasi hari ke-13 kemarin, tim penyelam yang beroperasi di tiga titik penyelaman sudah tidak lagi menemukan body part korban. Dalam operasi hari ini, Basarnas mengerahkan 40 penyelam Basarnas Special Group (BSG).

Mereka melakukan penyapuan dengan anchor point kapal Baruna Jaya I pada radius 250 meter persegi. Sedangkan alur yang digunakan meliputi 3 unit KN SAR dan 4 perahu karet. Sedangkan tim yang beroperasi di permukaan air, termasuk tim yang melakukan penyisiran dari Perairan Karawang hingga Tanjung Pakis, juga nihil.

“Selama 13 hari, tim SAR telah berhasil mengevakuasi 196 kantong jenazah yang telah diberi label oleh tim DVI dan telah diserahkan ke RS Polri Kramat Jati,” ungkapnya.

Ditemui pada saat yang sama, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menyampaikan terima kasih karena Basarnas telah membantu mencari salah satu black box (kotak hitam). “Kami belum tahu sampai kapan pencarian ini bisa kami lakukan. Tentunya nanti kami juga harus berpikir masalah biaya pencarian,” ujarnya.

Pencarian kotak hitam melibatkan banyak pihak dan peralatan. Bantuan dari luar negeri pun dilakukan. “Salah satunya yang kemarin kita datangkan juga hari Jumat ping finder yang lebih mutakhir dan paling sensitif. Namun, sampai hari ini kita masih belum bisa menemukan posisi di mana CVR atau black box yang satu lagi,” imbuhnya.

Ke depan KNKT menggunakan beberapa kapal yang dilengkapi dengan ROV yang lebih besar dan canggih. Sebab, menurut Soerjanto, ada empat kamera dan side scan sonar. “Yang paling penting ada equipment baru yang on boat, yaitu sub-bottom profiling yang bisa mendeteksi benda-benda di dalam lumpur sampai kedalaman 4 meter.”

Namun, hal tersebut tidak bisa dilakukan cepat. Sebab, itu perlu diinstal di kapal yang membutuhkan waktu 2 sampai 3 hari. 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (lyn/c10/ttg)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Di Hari ke-13, Tim Penyelam Tak Lagi Temukan Body Part