alexametrics

Jenazah 3 WNI Korban Jembatan Runtuh di Taiwan Tiba di Tanah Air

11 Oktober 2019, 09:22:35 WIB

JawaPos.com – Tiga jenazah korban runtuhnya jembatan lintas pelabuhan Nanfang Ao, di Yilan, Taiwan dipulangkan ke tanah air. Jenazah tiga pekerja migran Indonesia tersebut tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (10/10) pukul 13.00 WIB.

Kedatangan jenazah Ersona (32), Domiri (28) dan Wartono (29) diterima langsung oleh Plt. Dirjen Binapenta dan PKK Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Aris Wahyudi. Ketiganya pun langsung dipulangkan ke kampung halaman masing-masing. Jenazah almarhum Wartono diantarkan ke Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Kemudian, almarhum Ersona ke Indramayu, Jawa Barat, dan almarhum M. Domiri ke Pemalang, Jawa Tengah.

Aris menegaskan, meski sudah dipulangkan, pemerintah bakal mengurus segala sesuatu yang menjadi hak bagi ahli waris ketiga pekerja migran Indonesia yang menjadi korban. Melalui Kamar Dagang Ekonomi dan Indonesia (KDEI), pemerintah akan memastikan ketiganya mendapat hak gaji hingga asuransi kematian.

”Setelah proses pemulangan selesai, KDEI Taipei akan mengurus segala sesuatunya,” ujarnya.

Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri (PPTKLN) Kemenaker Eva Trisiana menambahkan, selain tiga korban meninggal, ada empat WNI lainnya yang dikabarkan terluka akibat kejadian ini. Dua korban, Miswan dan Supandi, mengalami luka ringan. Sementara dua lainnya, Jaedi dan Winanto, harus menderita luka berat sehingga perlu menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Yilan.

”Namun saat ini hanya Winanto yang masih perlu perawatan di rumah sakit St. Mary’s,” tuturnya.

Eva mengungkapkan, seluruh korban merupakan pekerja resmi di kapal ikan milik Taiwan. Mereka bekerja sebagai anak buah kapal (ABK).

Terkait hak-hak para almarhum, Eva menegaskan, bahwa Otoritas Wilayah Yilan dan perusahaan pengelola pelabuhan Taiwan, Taiwan International Ports Corporation Ltd sudah berjanjin akan memberikan santunan kepada korban, baik korban meninggal maupun luka-luka. Untuk korban luka, santunan diberikan sesuai dengan tingkat keparahannya.

”Pemerintah akan terus memantau dan memastikan agar hak-hak para almarhum dapat diterima oleh ahli warisnya sesuai dengan ketentuan,” paparnya.

Dari informasi yang dihimpun, besaran santunan untuk keluarga korban meninggal mencapai USD 160 ribu atau sekitar Rp 2,27 miliar. Sementara, empat WNI korban luka-luka mendapat santunan bervariasi mulai dari USD 322 sampai USD 1.159 atau Rp 4,5 juta hingga Rp 16,4 juta.

Seperti diketahui, runtuhnya jembatan lintas pelabuhan Nanfang Ao, di Yilan, Taiwan ambruk pada Selasa (1/10). Akibatnya, sejumlah kapal nelayan yang berada di bawah jembatan tertimpa reruntuhan. Tujuh orang WNI turut menjadi korban dari peristiwa nahas tersebut.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Zalzilatul



Close Ads