JawaPos Radar | Iklan Jitu

Gempa Sulteng

Tanggap Darurat Dihentikan, 300 Jasad Ditemukan di Perumnas Balaroa

11 Oktober 2018, 11:48:57 WIB | Editor: Kuswandi
Korban Gempa Sulteng
Sejumlah relawan mengevakuasi jenazah korban gempa dan tsunami di Sulteng (Ridwan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Usai dua pekan gempa dan tsunami yang meluluhlantakkan Kota Palu, Donggala dan Sigi, Sulawesi Tengah ribuan orang meninggal akibat bencana alam tersebut. Badan Nasional Penangggulangan Bencana (BNPB) mencatat 2.045 jasad korban berhasil teridentifikasi.

Meski saat ini masa tangga darurat akan selesai pada hari ini, Kamis (11/10). Namun proses evakuasi pada titik pencarian korban akibat gempa di Perumnas Balaroa tetap dilakukan.

Tim SAR di wilayah tersebut telah menemukan 300 jasad yang tertimbun reruntuhan akibat gempa 7,4 siapa richter (SR) hingga menimbulkan likuifaksi.

"Sekitar 300 korban tertimbun telah ditemukan, kondisinya sudah membusuk," kata anggota regu Tim 5 Basarnas Dwi Adi saat ditemui JawaPos.com di Perumnas Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (11/10).

Namun pada pagi ini, Tim SAR berhasil mengevakuasi tiga jasad yang kondisinya pun telah mengenaskan. Bau tidak sedap menyelimuti proses evakuasi.

Sebanyak 20 personel Tim SAR dari Basarnas serta dibantu tim relawan rescue Aksi Cepat Tanggap (ACT) tengah melakukan proses evakuasi menggunakan escavator.

"Untuk Basarnas sendiri masih menerima informasi apabila ada info dari keluarga korban untuk mencari2 kelaurganya yang tertimbun reruntuhan," jelasnya.

(rdw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up