alexametrics

Minta Ungkap Pelaku Penjarahan, Gubernur Papua Sebut Aksi Direncanakan

11 September 2019, 09:59:18 WIB

JawaPos.com – Aksi penjarahan dalam kerusuhan yang terjadi di Papua membuat Gubernur Lukas Enembe geram. Gubernur Papua itu menyesalkan aksi yang berujung anarkis tersebut. Dia menyebut aksi penjarahan Kantor Gubernur Papua sudah terencana.

Seperti diberitakan Cendrawasih Pos (Jawa Pos Group), diketahui, pada kerusuhan yang terjadi Jayapura, Kantor Kantor Gubernur Papua di Dok II Jayapura menjadi incaran massa. Massa membakar dan merusak fasilitas milik negara. Tak hanya itu, massa juga melakukan penjarahan aset milik Pemprov Papua.

Gubernur Lukas Enembe mengaku, ada oknum atau kelompok yang memanfaatkan situasi di saat ada aksi demo di Kantor Gubernur itu. Karena saat penjarahan barang di kantor Gubernur beberapa barang hilang, dan dibawa dengan menggunakan speedboard yang sudah disiapkan di laut Dok II Jayapura.

“Ya dalam aksi demo ini, ada aset Pemprov yang dijarah mulai dari Kantor Bappeda hingga Keuangan bahkan di lantai dua juga, kita memang belum hitung berapa aset kita yang dibawa lari tapi jumlahnya tidak sedikit,” ungkapnya, Selasa(10/9) kemarin.

Diakui, banyak barang milik pemerintah Provinsi Papua yang di jarah. Bahkan, barang-barang di ruangan kosong diambil naik speedboad di laut Dok II. Dia menduga penjarahan itu sudah terencana.  “Masa melakukan demonstrasi lakukan penjarahan langsung dikasih naik bawa speedboad pasti ini sudah ada yang merencanakan,”jelasnya.

Ditambahkan, melalui kejadian ini tentu Gubernur tidak tinggal diam. Dia meminta aparat mengungkap siapa pelaku penjarahan itu. Karena ini aset milik pemerintah yang harus bisa dipertanggungjawabkan.

Gubernur juga menegaskan, untuk kantor pemerintahan yang dibakar ada 4 nantinya akan dibangun kembali dengan dana APBN. Sedangkan rumah warga dan kios yang juga ikut dibakar jadi tanggung jawab Pemprov Papua nanti akan rehab kembali, jika memang sudah terbakar ludes akan diberikan fresh money, sehingga korban tidak perlu khawatir.

Editor : Bintang Pradewo



Close Ads