alexametrics

Laode Syarif Geram, Kerja Pegawai KPK Diibaratkan Orang Pulang Dugem

11 September 2019, 19:30:53 WIB

JawaPos.com – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif mengaku kesal saat menonton fit and propper test Calon pimpinan KPK di Komisi III DPR. Ia geram lantaran ada capim KPK yang meremehkan kinerja KPK dalam upaya pencegahan korupsi.

Capim yang dimaksud oleh Laode itu aalah Nawawi Pomolango. Di hadapan anggota Komisi III DPR, ia mengkritik KPK yang dinilainya hanya mengutamakan penindakan dan mengenyampingkan pencegahan.

“Saya agak kesal tadi ketika menonton fit and propper test salah seorang calon kandidat mengatakan, aksi pencegahan KPK itu cuma pergi pasang-pasang poster, sosialisasi zona integritas. Rasanya ingin sekali saya ajari,” kata Laode di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (11/9).

Laode menegaskan, KPK telah banyak melakukan upaya pencegahan. Bahkan, kontribusi penindakan khususnya Operasi Tangkap Tangan (OTT) hanya dilakukan 10 persen oleh lembaga antirasuah.

“Dari semua kasus KPK, kontribusi OTT itu paling 10 persen, 90 persennya itu pengembangan kasusnya,” tegas Laode.

Laode menyebut, pemberitaan OTT lebih menarik simpatik masyarakat. Padahal, banyak kasus besar yang sedang ditangani KPK seperti mafia migas, namun pemberitannya biasa saja.

“OTT itu punya magis pemberitaan. Sedangkan, kasus Petral yang terkait tindak pidana pencucian uang pemberitaannya biasa saja. Padahal itu pekerjaan luar biasa sulit. Tapi beritanya tidak sedahsyat OTT,” ucap Laode.

“Jadi saya ingin mengatakan, saya tidak bisa menyalahkan publik, mungkin salahnya kita. Tapi informasi ini seperti tidak tersampaikan dengan baik,” sesalnya.

Sebelumnya, capim KPK Nawawi Pomolango mengkritik KPK yang dinilainya hanya mengutamakan penindakan dan mengenyampingkan pencegahan.

Nawawi yang mengaku greget dengan kinerja KPK mengibaratkan orang-orang di lembaga antirasuah itu seperti orang yang pulang dari kelab malam.

“Lembaga luar biasa tapi hasilnya biasa-biasa. Kinerja KPK itu seperti orang tengah malam pulang dari dugem. Jalannya sempoyongan. Kiri kadang ke kanan, tidak pernah lurus,” tukas Nawawi.

 

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads