alexametrics

Jenazah BJ Habibie Tiba di Rumah Duka, Din Ajak Umat Salat Gaib

11 September 2019, 22:15:24 WIB

JawaPos.com – Jenazah Presiden ke-3 RI Baharuddin Jusuf (BJ) Habibie tiba di rumah duka di Patra Kuningan XIII Blok L XV Kav 5, Kuningan, Jakarta Selatan usai dibawa dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta. Jenazah tiba pukul 20.30 WIB, Rabu (11/9). Hadir melayat di rumah duka Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsuddin. Din meminta umat menggelar salat gaib.

“Kita semua berduka atas wafatnya Pak Habibie,” kata Din di rumah duka, Rabu (11/9).

Din Syamsuddin menambahkan tak dapat diingkari bahwa almarhum adalah sosok negarawan yang berjasa besar bagi pembangunan bangsa Indonesia khususnya dalam bidang kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Din menyebut perkembangan kemajuan teknologi Indonesia tak lepas dari jasa Habibie.

“Saya kira Indonesia mengalami kemajuan pesat yang dihargai dunia ketika mampu mengembangkan Hi-Tech begitu pula selama kepemimpinan Pak Habibie dalam waktu singkat telah melahirkan undang-undang yang sangat berharga khususnya konsolidasi reformasi Indonesia,” jelasnya.

Sejumlah prajurit Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) mengangkat peti jenazah almarhum Presiden ke-3 RI, BJ Habibie menuju mobil ambulans di Rumah Jenazah Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (11/9). BJ Habibie meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSPAD (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

Din mengatakan sebagai pendiri dan ketua umum pertama Dewan Cendikiawan Muslim Indonesia, Habibie telah tampil sebagi motivator bagi kebangkitan intelektual Islam di Indonesia. Bagi Indonesia, lanjutnya, kepergian sang profesor adalah kehilangan bagi bangsa khususnya Islam.

“Karena beliau diakui sebagai pemimpin dunia Islam maka semoga peran selama hidupnya menjadi amal jariah. Yang diganjar oleh Allah,” ujarnya.

Din menilai tepat apa yang dilakukan pemerintah sudah mengumpukan dan menyerukan sesuai protokol sebagai tanda untuk mengibarkan Bendera Merah Putih setengah tiang. Itu sebagai makna simbolik sebagai rasa duka bangsa. Dia juga menyerukan salat gaib kepada umat.

“Sebagai umat beragama, berdoa menurut keyakinan masing masing. Khusus umat Islam, doa kepada Allah dan menunaikan salat gaib. Maka besok bahkan juga hari Jumat akan ikut mendoakan almarhum,” tutup Din Syamsuddin.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads