Pengurus MUI Anggap Kiai Miftach Masih Ketum

11 Maret 2022, 15:38:39 WIB

Pengunduran Diri Belum Disetujui Rapat Pimpinan

JawaPos.com – Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar memang telah menyatakan mundur dari jabatan ketua umum (Ketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI). Namun, pengunduran diri tersebut baru bersifat individu. Belum melalui proses resmi. Karena itu, jajaran pengurus MUI menegaskan bahwa Kiai Miftach masih tetap Ketum MUI.

Hal itu disampaikan Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Ni’am Sholeh di Jakarta kemarin (10/3). ’’Beliau (Kiai Miftach, Red) masih berstatus sebagai ketua umum MUI,’’ ujarnya. Asrorun mengatakan, perlu ada beberapa tahapan untuk pergantian di tengah jalan seorang ketua umum MUI.

Dia lantas menerangkan mekanismenya. Menurut dia, pengunduran diri Kiai Miftach akan dibahas dalam rapat dewan pimpinan MUI Pusat. Rapat tersebut digelar untuk merespons surat pengunduran diri Kiai Miftach.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas menulis surat terbuka untuk pengurus dan warga Nahdlatul Ulama. Di dalam surat tersebut, tokoh Muhammadiyah itu merasa sedih, berduka, sekaligus bingung. ’’Beliau (Kiai Miftach, Red) kami pilih untuk menjadi ketua umum MUI dengan suara bulat, tanpa ada lonjong sedikit pun,’’ tuturnya.

Anwar menuturkan, Kiai Miftach adalah tokoh ulama serta pemimpin yang rendah hati. Tokoh seperti ini sangat dibutuhkan dan diharapkan dapat mempersatukan umat, termasuk melalui organisasi MUI. Dia merasa heran karena NU secara kelembagaan tidak memperbolehkan Kiai Miftach menjalankan tugas mulia di MUI. Menurut dia, NU sudah lama menegaskan jati dirinya bahwa lembaga NU tak hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk umat serta bangsa Indonesia.

’’Tapi mengapa NU tidak mau mendengar suara hati kami-kami yang ada di MUI. Terutama mereka-mereka yang bukan dari NU ini,’’ jelasnya.

Anwar mengaku terus terang butuh sosok Kiai Miftach untuk menjadi pimpinan. Tugas itu sudah dilaksanakan dengan baik selama lebih dari satu tahun terakhir. Selain itu, dia merasa sudah sangat dekat serta mencintai Kiai Miftach sebagai seorang pemimpin.

Kepada pimpinan dan warga NU, Anwar menyampaikan ingin Kiai Miftach tetap menjadi pimpinan MUI. Bahkan, jika Kiai Miftach tidak bisa bekerja secara maksimal di MUI karena harus menjalankan tugas di PBNU, Anwar tidak mempersoalkannya. ’’Biarlah sisa-sisa waktu beliau saja yang beliau berikan untuk kami di MUI,’’ jelasnya. Bagi dia, pengurus MUI tidak akan mempersoalkan urusan ketersediaan waktu dari Kiai Miftach tersebut.

“Insya Allah dengan jiwa besar dari pimpinan dan warga NU membolehkan Kiai Miftachul Akhyar untuk tetap memimpin MUI,” ucapnya. Dia berharap persatuan dan kesatuan umat akan bisa dijaga dan dipelihara.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : wan/tau/c17/oni

Saksikan video menarik berikut ini: