JawaPos Radar | Iklan Jitu

KPAI Sesalkan Kekerasan Anak oleh Ayah Tiri di Bogor

11 Februari 2019, 12:59:30 WIB
KPAI
Ilustrasi: Komisioner KPAI saat melakukan konferensi pers beberapa waktu lalu (Yesika/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyesalkan terjadinya kekerasan yang menimpa seorang bayi FT, 2, di tangan ayah tirinya hingga meregang nyawa. Kejadian itu bermula ketika sang bayi terus menerus rewel dan menangis.

Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati mengatakan, seharusnya kejadian itu tidak terjadi jika orang tua memahami bahwa anak usia bayi masih sangat tergantung pada orang dewasa. Anak usia bayi belum mampu mengekspresikan keinginannya dengan baik.

“Ketika menangis, rewel, sudah seharusnya orang dewasa yang ada didekatnya memberikan pertolongan. Tidak semestinya orang dewasa justru melakukan kekerasan sebagai respon anak yang menangis,” ujarnya melalui keterangan tertulis kepada JawaPos.com, Senin (11/2).

Pelaku dari kasus tersebut adalah ayah tiri, yang tidak lain adalah orang tua pengganti yang seharusnya juga melakukan peran pengganti sebagai pengasuh.

“Meskipun statusnya ayah tiri, tetapi ia tetap memiliki tanggung jawab terhadap anak FT karena adanya perkawinan dengan ibu FT,” tegas dia.

Menurutnya, pada perkawinan kedua, anak seringkali hanya menjadi pihak turutan tanpa mempertimbangkan dengan utuh keberadaannya. “Sudah seharusnya orang tua yang memiliki anak dan akan menikah lagi mempertimbangkan anak dalam keputusannya,” kata Rita.

Pada kasus tersebut, KPAI meminta proses hukum kepada ayah tiri inj tetap harus ditegakkan. Selain itu, KPAI berharap Pemda kota Depok yang telah memiliki anugrah menuju kota layak anak kategori Nindya benar- benar menerapkan program kota layak anak. 

“Kota Layak Anak tidak hanya berhenti pada kebijakan dan percontohan tetapi harus menyasar seluruh area kota, serta harus berdampak pada terlindunginya hak anak dari kekerasan. Pemkot Depok sudah seharusnya melakukan perlindungan anak berbasis komunitas sebagai perwujudan kota layak anak sehingga kasus sejenis tidak terjadi lagi,” tuturnya.

Sebelumnya, Hari Kurniawan, 25, tega membanting putri tirinya FT, 2, di rumah kontrakan di RT01/RW 09 Kelurahan Cimpauen, Kecamatan Tapos, Kota Depok, Jawa Barat, pada Jumat (8/2) pukul 17.00 WIB. Selain itu, pelaku juga sempat membekap mulut dan hidung menggunakan tangannya lantaran korban kerap menangis.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Yesika Dinta

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up