JawaPos Radar

Gerimis Iringi Jenazah Korban Tanjakan Emen ke Peristirahatan Terakhir

11/02/2018, 12:52 WIB | Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Gerimis Iringi Jenazah Korban Tanjakan Emen ke Peristirahatan Terakhir
Suasana Tempat Pemakaman Umum (TPU) Legoso Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Minggu (11/2). (Desyinta/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Bukan hanya warga, langit pun seakan berduka menghantar kepergian 27 warga Cipasang yang tewas akibat kecelakaan maut di kawasan Tanjakan Emen, Jalan Raya Bandung-Subang, Kampung Cicenang, Ciater Subang, Jawa Barat, Sabtu (10/2) kemarin.

Seketika, gerimis deras jatuh membasahi mobil jenazah sesaat melewati Masjid Nurul Iman, Legoso, Pisangan, Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel). Dari pantauan JawaPos.com, terlihat baru ada lima mobil jenazah melintas menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Legoso, Pisangan, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.

Warga yang semula berada di Masjid Nurul Iman, langsung berlarian di tengah hujan menuju tempat jenazah akan dikebumikan. Dengan raut wajah temaram, antusias warga memang cukup tinggi ingin mengikuti prosesi pemakaman tersebut.

Gerimis Iringi Jenazah Korban Tanjakan Emen ke Peristirahatan Terakhir
Penggalian salah satu lubang kuburan untuk jenazah korban kecelakaaan bus maut di Tanjakan Emen, Jawa Barat. (Desyinta/JawaPos.com)

Anehnya, ketika sampai di TPU Pisangan, hujan yang cukup deras pun berhenti. Tampak para penggali kubur berpacu dengan waktu untuk menuntaskan dua buah liang lahat sebagai tempat peristirahatan terakhir para korban.

Masing-masing liang lahat berukuran dengan lebar 20 meter dan kedalaman 1.5 meter. Rencananya, untuk korban pria dan wanita dikubur secara terpisah.

Sebelumnya, kecelakaan maut menimpa bus pariwisata bernomor polisi F 7959 AA, terjadi di Jalan Raya Bandung-Subang, Kampung Cicenang, Ciater Subang, atau Tanjakan Emen Jawa Barat, Sabtu (10/2/2018) pukul 17.00 WIB.

Dir lantas Polda Jabar Kombes Pol Prahoro Tri Wahyono kemarin menjelaskan, berdasarkan informasi sebelum terjadinya kecelakaan yang merenggut puluhan nyawa itu, rombongan bus Pariwisata (Premium Class) Nopol F 7959 AA ini usai berwisata dari kawasan Tangkuban Parahu.

"Kemudian di tanjakan Emen di turunan ke bawah, sekitar pukul 17.00 WIB ke arah utara, bus tiba-tiba oleng terus menabrak sepeda motor oleng ke kiri menabrak tebing dan terguling," katanya kemarin saat dikonfirmasi. (

(dna/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up