alexametrics
JawaPos Radar | Iklan Jitu

Survei LSI dan ICW

KPK Masih Jadi Instansi Favorit Berantas Korupsi

10 Desember 2018, 15:48:30 WIB
Burhanudin Muhtadi
Peneliti senior LSI, Burhanuddin Muhtadi saat memaparkan hasil penelitian dalam acara diskusi 'Tren Persepsi Publik Tentang Korupsi di Indonesia' di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (10/12). (Intan Piliang/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi masih menjadi lembaga yang dinilai paling efektif dalam kerja pemberantasan tindak pidana korupsi. Hal tersebut, disampaikan oleh Peneliti LSI, Burhanuddin Muhtadi dalam diskusi dan rilis survei dengan tajuk "Tren Persepsi Publik Tentang Korupsi".

"Kita berikan pertanyaan apakah bapak, ibu mengetahui bahwa lembaga-lembaga ini melakukan langkah-langkah pemberantasan korupsi dan yang paling banyak diketahui dalam soal pemberantasan korupsi adalah KPK," ungkapnya di kawasan Menteng, Senin (10/12).

Menurutnya, sebanyak 81 persen responden mengenal KPK berperan dalam pemberantasan korupsi. Di urutan kedua adalah Presiden sebanyak 57 persen responden.

"Kemudian disusul Kepolisian yang juga dikenal 54 persen responden, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dikenal 40 persen responden dan Kejaksaan Agung dikenal 36 persen responden," tambahnya.

Lebih lanjut, dia menilai dari mereka yang mengenal lembaga-lembaga tersebut, KPK dinilai paling efektif melakukan pemberantasan korupsi. Pasalnya, sebanyak 85 persen responden menilai kegiatan pemberantasan korupsi di KPK efektif.

"Padahal ini agenda bersama, bahkan presiden juga. Itu polisi juga belum banyak yang tahu. Hampir sebagian responden enggak mengetahui polisi ikut melakukan langkah-langkah pemberantasan korupsi," tegasnya.

Sekadar informasi, survei dilakukan pada 8-24 Oktober 2018 terhadap 2000 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode multistage random sampling.

Dalam survei ini responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka. Adapun margin of error sekitar plus minus 2,2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Artinya, angka pada survei bisa bertambah atau berkurang sekitar 2,2 persen.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : (ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini