alexametrics

21,6 Juta Lansia Indonesia Alami Kekerasan Ekonomi Hingga Seksual

10 Desember 2018, 10:50:38 WIB

JawaPos.com – Perempuan lanjut usia (lansia) di Indonesia berpotensi mengalami kekerasan dan diskriminasi ganda, baik karena statusnya sebagai perempuan maupun penduduk yang usianya sudah lanjut. Selain karena secara fisik mereka sudah banyak mengalami kemunduran, namun juga rendahnya pemahaman masyarakat tentang lansia.

Namun, masih banyak lansia sehat yang produktif dan dapat diberdayakan bagi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kepedulian serta kebijakan pemerintah dan masyarakat terutama peranan keluarga untuk melindung lansia dari berbagai diskriminasi dan eksploitasi.

“Masih banyak perempuan lansia yang tetap sehat, produktif dan mandiri di usia tuanya. Mereka adalah kelompok masyarakat yang harus terus diberdayakan, karena mereka mempunyai hak dan kewajiban yang sama dengan kelompok penduduk lainnya dalam pembangunan,” Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise melalui keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Senin (10/12).

Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2015 jumlah lansia di Indonesia sebanyak 21,6 juta jiwa. Jumlah lansia perempuan lebih banyak daripada lansia laki-laki.

Sementara itu, data Survei Pengalaman Hidup Nasional Perempuan (SPHNP) 2016 menunjukkan bahwa perempuan usia 50-64 tahun masih mengalami berbagai kekerasan. Di antaranya kekerasan ekonomi 17,25 persen, kekerasan fisik yang dilakukan oleh pasangan 11,18 persen, kekerasan yang dilakukan selain pasangan 4,92 persen, dan kekerasan seksual 24,43 persen.

“Perlu penanganan khusus pada lansia perempuan karena karakteristik mereka cenderung berbeda dengan lansia laki-laki. Masih ada beberapa diskriminasi terhadap lansia perempuan baik dari aspek budaya, politik, kesehatan, ekonomi dan sosialnya, yang kesemuanya ini dapat berpotensi terjadinya kekerasan,” tuturnya.

Melalui organisasi lansia ‘Dahlia Senja’ yang rutin melakukan kunjungan kunjungan ke rumah-rumah lansia, banyak ditemukan bahwa lansia banyak mengalami kekerasan, baik secara verbal, tindakan, dan pembebanan pekerjaan rumah tangga berlebihan oleh keluarganya.

Kepedulian anggota keluarga terhadap lansia masih sangat sedikit. Hal itu terbukti dengan masih adanya  perkataan kasar dan kurangnya kesabaran anggota keluarga dalam merawat lansia. Bahkan, lansia seolah-olah menjadi beban yang merepotkan bagi keluarga.

“Kepedulian serta kebijakan pemerintah dan masyarakat terutama peranan keluarga dalam melindungi lansia sangat dibutuhkan. Kebutuhan tersebut antara lain jaminan kesehatan, jaminan kesejahteraan sosial, dan jaminan perlindungan hukum,” kata dia.

Yohana menerangkan, kebijakan program pembangunan yang dilakukan seharusnya lebih khusus dan terfokus, salah satunya untuk memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan penduduk lansia perempuan. 

“Sayangi lansia, semua lansia adalah orang tua kita. Mari bersama hapuskan kekerasan terhadap lansia,” pungkasnya. 

Editor : Kuswandi

Reporter : (yes/JPC)



Close Ads
21,6 Juta Lansia Indonesia Alami Kekerasan Ekonomi Hingga Seksual