JawaPos Radar

Brigjen Iqbal, dari Kapolres Metro Jakut Hingga Kadiv Humas Polri

10/11/2018, 00:49 WIB | Editor: Ilham Safutra
Brigjen Iqbal, dari Kapolres Metro Jakut Hingga Kadiv Humas Polri
Brigjen Muhammad Iqbal ketika masih menjabat sebagai karopenmas Divisi Humas Polri. (Miftahulhayat/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Institusi Polri kembali melakukan perombakan untuk jabatan strategis untu level perwira tinggi (pati). Satu jabatan paling menonjol yang ikut bergeser yakni Kepala Divisi (Kadiv) Humas. Semula dari Irjen Setya Wasisto ke Brigjen Muhammad Iqbal.

Hadirnya sosok Iqbal di Divisi Humas Polri bukanlah suatu yang baru. Beberapa bulan lalu alumnus Akpol 1991 itu baru saja digeser dari Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) ke Wakil Kepala Polda (wakapolda) Jawa Timur.

Promosinya Iqbal dibenarkan oleh seniornya, Setya Wasisto yang kini menjabat Kadiv Humas. "Iya benar," ungkap Setyo ketika dikonfirmasi JawaPos.com, terkait Surat Telegram Kapolri bernomor ST/2880/XI/KEP./2018.

Brigjen Iqbal, dari Kapolres Metro Jakut Hingga Kadiv Humas Polri
Ilustrasi: Kapolri Jenderal Tito Karnavian ketika memimpin upacara sertijab pati Polri beberapa waktu lalu. (Miftahulhayat/Jawa Pos)

Di dalam Surat Telegram Setyo dimutasi ke instansi luar Korps Bhayangkara, yakni ke Kementerian Perindustrian. Namun Setyo tidak memberikan komentar lebih jauh.

Di sisi lain, Iqbal yang kini masih berada di Kota Surabaya dengan kapasistasnya sebagai Wakapolda Jatim belum memberikan respons. Bahkan ketika JawaPos.com meminta komentarnya dan bahkan menunggu sosok jenderal bintang satu itu di rumah dinas, Iqbal mengaku akan memberikan komentar dalam waktu dekat.

Terlepas dengan itu, karir sosok pria 48 tahun cukup cemerlang selama mengenakan seragam coklat tersebut. Terutama sejak menjabat sebagai Kapolres Metro Jakarta Utara pada 2012. Ketika itu ada sejumlah terobosan yang dilakukannya sehingga dia mulai banyak dikenal kalangan jurnalis.

Kefigurannya makin dikenal publik ketika Iqbal dipromosikan sebagai Kabid Humas Polda Metro Jaya pada 2015. Nyaris setiap layar kaca, media cetak ataupun daring mengutip dia untuk konfirmasi atas situasi keamanan wilayah DKI Jakarta atau Polda Metro Jaya.

Bahkan ketika tragedi bom Thamrin pada Januari 2016, Iqbal terlihat selalu mendampingi Kapolda Metro Jaya yang ketika itu masih berpangkat Irjen.

Berselang setahun kemudian, perwira Polri yang lebih banyak berkarya di Satuan Lalu Lintas itu dimutasi sebagai Analis Kebijakan Madya bidang Dalops Sops Polri dalam rangka Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri.

Selesai menjalankan studi di Sespimpti Polri, pada 2016 pria yang ketika itu berpangkat Kombes dimutasi ke Kota Surabaya sebagai kapolrestabes. Kiprahnya semakin mendapat sorotan di kota tersebut hingga akhirnya ditarik lagi ke Jakarta padda 2017 untuk bertugas di Mabes Polri sebagai Karo Penmas.

Mutasi sebagai karopenmas itu seiring dengan kenaikan pangkatnya dari Kombes menjadi jenderal bintang satu. Tanda pangkat brigjen itu membawa Iqbal promosi lagi sebagai Wakapolda Jawa Timur. Terhitung dari 13 Agustus 2018.

Jabatan itu tidak berlangsung begitu lama dijalani Iqbal. Buktinya sejak Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengeluarkan, ST/2880/XI/KEP./2018 per 9 November 2018, lagi-lagi Iqbal harus kembali ke Mabes. Kali ini menggantikan seniornya, Irjen Setyo Wasisto. Job baru ini biasanya diemban oleh pati berpangkat irjen.

Di sisi lain, mutasi Iqbal ini membuat sejumlah warganet bersikap lebih cepat. Buktinya di laman wikipedia, Muhammad Iqbal sudah mengalami kenaikan pangkat jadi irjen. Padahal upacara kenaikan belum diketahui waktunya.

(dna/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up