alexametrics

26 Orang Divonis Hukuman Mati di Wilayah DKI Jakarta

10 Oktober 2019, 16:00:43 WIB

JawaPos.com – Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta, Andika Prasetya menyatakan, sebanyak 26 orang di wilayah DKI Jakarta mendapat hukuman mati. Sebanyak 23 terpidana di antaranya adalah yang mendekam di Lapas Klas I Cipinang.

“26 itu dua terpidana kasus pidana umum dan 24 terpidana kasus narkotika,” kata Andika dalam agenda Peluncuran Laporan Situasi Lapas dan Terpidana Mati di Indonesia, Novotel Cikini, Jakarta, Kamis (10/10).

Andika menambahkan, sebanyak 96 orang terpidana diganjar hukuman kurungan seumur hidup. Itu tersebar di lembaga pemasyarakatan (Lapas) dan rumah tahanan (Rutan) yang ada di DKI Jakarta.

“Selain pidana mati, ada pidana seumur hidup yang saya rasa enggak kalah juga kondisi segala bentuk beban ada 96 orang,” terang Andika.

Saat disinggung mengenai kelebihan kapasitas (over capacity), Andika mengatakan saat ini ada sekitar 17.998 orang yang mendekap di Lapas dan Rutan. Sementara daya tampungnya sebetulnya hanya 5.881 orang.

“Artinya ada over capacity 212 persen,” katanya.

Sebelumnya, Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Yati Andriyani mendorong agar pelaksanaan hukuman mati di Indonesia dapat dihapuskan. Yati menilai, hak untuk hidup adalah hak yang tidak dapat dikurangi.

“Konstitusi kita sudah menyebutkan bahwa hak untuk hidup adalah hak yang tidak dapat dikurangi. Harusnya tidak lagi diberlakukan dan tidak digunakan lagi dalam negara kita yang sedang maju dan semakin demokratis dan menjunjung nilai hak asasi manusia,” kata Yati dalam agenda Peluncuran Laporan Situasi Lapas dan Terpidana Mati di Indonesia, Novotel Cikini, Jakarta, Kamis (10/10).

Aktivis HAM ini menyetakan, Indonesia sebenarnya memiliki potensi untuk segera menghapuskan penerapan hukuman mati.Hal itu bisa dilihat dari beberapa hal seperti adanya perubahan ketentuan hukuman mati dalam draf Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) menjadi hukuman alternatif.

Sebab, kata Yati, hukuman mati bukan jawaban atau solusi yang terbaik untuk melakukan penghukuman. Sehingga hal ini penting dikritisi dan dievaluasi.

“Bisa terlihat dari upaya mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang melakukan moratorium hukuman mati di Indonesia. Mantan Presiden BJ Habibie dan Abdurrahman Wahid juga menentang praktik hukuman mati di Indonesia,” tegas Yati.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Muhammad Ridwan


Close Ads