alexametrics

Ratusan Mahasiswa Papua Pulang Kampung, Gubernur Lukas Pusing

10 September 2019, 17:23:02 WIB

JawaPos.com – Jaminan keamanan yang berkali-kali disuarakan oleh pemerintah rupanya belum dipercaya sebagian mahasiswa Papua. Buktinya, ratusan mahasiswa Papua yang selama ini belajar di Jawa dan daerah lain memilih untuk pulang kampung. Hal itu membuat Gubernur Papua Lukas Enembe kelabakan.

Saat ditemui wartawan di Gedung Negara, Dok V, Distrik Jayapura Utara, Lukas mengaku pusing dengan kedatangan mahasiswa Papua dari berbagai daerah itu. ”Memang dulu ada imbauan bahwa jika NKRI tidak aman, maka mereka akan kami pulangkan. Tapi, jika negara aman, buat apa pulang? Kami ini pusing, mau ditaruh di mana? Mereka pulang sendiri tanpa koordinasi,” ujar Lukas seperti dilaporkan oleh Cenderawasih Pos.

Lukas mengatakan akan mengundang gubernur Papua Barat, Majelis Rakyat Papua Barat (MRP), rektor Universitas Cenderawasih (Uncen), dan rektor Universitas Papua (Unipa) untuk membicarakan hal itu. ”Saya mendengar, ada sekitar 300 orang yang sudah kembali,” katanya. Hingga kemarin, kabarnya, sudah 700-an mahasiswa Papua yang kembali ke kampung halaman karena merasa tidak aman di perantauan.

Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Rodja mengatakan, Kapolri sudah menyampaikan kepada seluruh polda untuk menjamin keamanan mahasiswa Papua di mana pun mereka kuliah. Karena itu, lanjut dia, mahasiswa yang kuliah di luar Papua tidak perlu takut.

Sementara itu, tersangka kasus kerusuhan di Papua dan Papua Barat bertambah. Kemarin (9/9) Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyampaikan, instansinya menetapkan tersangka baru yang diduga menjadi aktor intelektual kerusuhan.

Tersangka tersebut berinisial IBL. ”Dia masuk kategori sebagai aktor intelektual di lapangan. Menggerakkan beberapa tokoh yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Papua (AMP),” terang Dedi kemarin. Tidak hanya di Papua, jaringan IBL juga terkoneksi dengan AMP yang berada di Jawa. IBL berperan mulai di level bawah. ”Dia menggerakkan dari sisi akar rumput,” ujarnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : syn/c11/oni



Close Ads