alexametrics

Puncak Kemacetan Arus Balik Bisa Terjadi sampai Hari Ini

Pemudik Motor Turun, Kecelakaan Ikut Turun
10 Juni 2019, 09:08:25 WIB

JawaPos.com – Arus balik Lebaran sampai pada titik puncak. Jumlah kendaraan yang melewati tol mencapai lebih dari 50 ribu unit. Kemacetan mengular sepanjang 5 km di tol Cikampek. Karena itu, Korlantas Polri memperpanjang jarak dan waktu penerapan one way (satu arah).

Kabagops Korlantas Polri Kombespol Benyamin menuturkan, sesuai prediksi, puncak kemacetan terjadi kemarin. Penyebabnya adalah para pegawai mulai masuk kerja hari ini (10/6). Hingga pukul 20.00 tadi malam, kemacetan di beberapa titik tol masih terjadi.

“Kami memprediksi kemacetan bisa terjadi hingga Senin subuh,” jelasnya. Sebab, ada kemungkinan sebagian masyarakat memilih langsung berangkat bekerja setelah kembali ke Jakarta. “Jadi, drop keluarga di rumah, setelah itu berangkat kerja. Bisa saja mereka memilih begitu,” terangnya.

Saat ini kemacetan paling parah terjadi di tol Cikampek sepanjang 5 km. Kondisi itu direspons polisi dengan memperpanjang jarak one way dari km 70 hingga km 20. Total jarak one way dari Kalikang­kung hingga Cikampek mencapai 344 km. “Saat ini masih dalam proses pembersihan untuk jalur A perpanjangan one way,” tuturnya.

Jalur A yang akan diterapkan one way itu masih dilintasi kendaraan dari arah Jakarta. Karena itu, dilakukan pengalihan arus. Lalu, kendaraan di rest area perpanjangan one way akan diarahkan keluar tol. “Sampai semua bersih, prosesnya diperkirakan membutuhkan waktu satu jam hingga dua jam,” ujarnya.

Waktu one way akan menyesuaikan dengan kondisi real time. Bisa jadi, one way diterapkan hingga tengah malam atau pagi. Bergantung pada kepadatan kendaraan arus balik. “Kita hajar habis-habisanlah. Ini puncaknya kok,” paparnya. Masyarakat diminta tidak berhenti di rest area Cikampek. Hal itu bisa meringankan kemacetan di tol. “Kalau istirahat di rest area tol Cipali saja,” paparnya kepada Jawa Pos kemarin.

Situasi lalu lintas di Tol Cipali yang diberlakukan penerapan sistem satu arah Jakarta. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Sementara itu, angka kecelakaan pada arus mudik dan balik 2019 hingga Minggu menurun jika dibandingkan dengan tahun lalu. Tahun lalu, kecelakaan mencapai 122 kejadian dengan 32 korban meninggal, 246 orang luka berat, dan 182 orang luka ringan. “Penurunannya sampai 69 persen,” terangnya. Tahun ini, kecelakaan hanya 38 kejadian dengan 7 korban meninggal, 17 orang luka berat, dan 60 orang luka ringan. “Penurunan ini disebabkan tol yang sudah selesai hampir sepanjang Pulau Jawa. Biasanya, kecelakaan terjadi di jalan non-tol,” terangnya.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memprediksi arus balik terjadi selama tiga hari, mulai 8 Juni hingga hari ini. Menurut data Jasa Marga, dari arah timur (GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama), ada 54.667 kendaraan yang masuk pada pukul 06.00 hingga 14.00. Pada pengamatan sebelumnya, 277.750 kendaraan masuk dari timur menuju Jakarta.

Dari arah barat, GT Cikupa, pukul 06.00 hingga 14.00, terdapat 16.836 kendaraan yang menuju Jakarta. Pada periode pengamatan sebelumnya, 99.127 kendaraan melalui GT Cikupa. Dari GT Ciawi, arah selatan menuju ibu kota, terpantau 11.402 kendaraan yang lewat. Pada hari sebelumnya, GT Ciawi dilewati 74.227 kendaraan.

Untuk penumpang kereta api, Daop 1 Jakarta mencatat ada 20.011 penumpang yang turun di Stasiun Gambir dan 24.029 penumpang turun di Stasiun Pasar Senen. Di Bandara Halim Perdana Kusuma, pada Sabtu (8/6), tercatat 6.460 penumpang datang. Kemarin hingga pukul 19.40, ada 2.574 penumpang yang tiba di bandara di daerah Jakarta Timur itu. Jumlah lebih banyak terlihat di Bandara Soekarno-Hatta. Ke­marin tercatat 30.147 penumpang datang. Untuk hari sebelumnya, ada 47.769 penumpang datang.

Kepala Posko Angkutan Lebaran Kemenhub Imran Rosyid mengungkapkan, pengguna tol naik 63 persen daripada tahun lalu. Pada H+2, tercatat 451 ribu kendaraan menuju Jakarta. Kondisi di luar tol pun cukup padat. “Kendaraan yang lewat non-tol naik 61 persen atau terdapat 328.669 kendaraan. Sedangkan sepeda motor turun 11,4 persen tahun ini. Hanya 1,1 juta unit,” ujarnya kemarin. Turunnya pengguna motor diindikasi menurunkan angka kecelakaan. Dari catatan yang diterima Imran, jumlah korban meninggal dunia 135 orang. Yang luka berat 95 orang dan 615 orang luka ringan.

Corporate Communications Department Head Jasa Marga Irra Susiyanti mengatakan, Jasa Marga mencatat total 451.104 kendaraan kembali ke Jakarta sejak Jumat (7/6) hingga Sabtu pukul 24.00. “Dengan jumlah lalu lintas selama dua hari arus balik ini, baru memenuhi 37 persen dari total lalu lintas mudik sebanyak 1,21 juta kendaraan yang melintas pada H-1 sampai H-7 Lebaran,” ucapnya. Karena itu, terdapat sisa 63 persen atau 765 ribu kendaraan yang belum melakukan perjalanan ke Jakarta.

Kemarin diprediksi merupakan puncak arus balik. Untuk rest area tol Jakarta-Cikampek arah Jakarta, diberlakukan buka tutup. Menurut Irra, rest area yang dibuka tutup adalah rest area yang berpotensi menimbulkan titik-titik kepadatan. “Kami mengimbau pengguna jalan untuk sedapat mungkin menghindari rest area tol Jakarta-Cikampek,” ujarnya.

Mobil Barang Masih Dilarang Lewat Tol

Kemacetan di tol Trans-Jawa arah Jakarta mengular hingga 5 km karena puncak arus mudik. (Raka Denny/Jawa Pos)

Untuk membantu meminimalkan kepadatan lalu lintas, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat melarang mobil barang melintasi tol hingga 12 Juni. Larangan itu berlaku bagi tol dari Jakarta hingga Semarang. “Diperpanjang dua hari dari sebelumnya 10 Juni,” kata Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi. Budi juga menegaskan bahwa perpanjangan tersebut bersifat imbauan. Tol yang dikenai pembatasan operasional mobil barang hanya pada ruas Jakarta-Cikampek-Palimanan-Kanci-Pejagan-Pemalang-Batang-Semarang.

Budi menjelaskan, mobil barang yang dikenai pembatasan operasional adalah mobil dengan sumbu tiga atau lebih, mobil barang dengan kereta tempelan, dan kereta gandengan. Selain itu, yang digunakan untuk mengangkut bahan galian. “Pembatasan operasional dikecualikan bagi mobil barang pengangkut motor dalam rangka mudik dan balik gratis angkutan Lebaran, pengangkut bahan bakar minyak atau bahan bakar gas, barang ekspor dan impor dari dan ke pelabuhan ekspor atau impor, air minum dalam kemasan, ternak, pupuk, hantaran pos dan uang, serta barang-barang pokok seperti beras,” bebernya.

Pemudik kembali ke Jakarta dengan menumpang KA dan turun di Stasiun Pasar Senen, Jakarta. (Fedrik Tarigan/JawaPos.com)

Di sisi lain, peningkatan arus balik di stasiun terlihat sejak H+2 dan H+3 Lebaran. Secara kumulatif, terjadi peningkatan jumlah penumpang 9,67 persen sejak H-10 hingga H+3 Lebaran. Tahun ini ada 4.428.261 penumpang. Tahun lalu hanya 4.037.654 penumpang. VP Public Relations KAI Edy Kuswoyo mengatakan, KAI sudah mengantisipasi dengan menambah petugas posko stasiun. “Petugas dari internal KAI, relawan, personel TNI-Polri, Pramuka, komunitas, dan lainnya,” jelas Edy.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (lyn/idr/c6/oni)



Close Ads